Breaking News:

Banjir Kalteng

Banjir Kalteng - Dikhawatirkan Terperosok, Mobil Kecil Dilarang Melintas di Trans Kalimantan

Banjir Kalteng mulai surut, pengendara mobil masih tidak boleh melintas terutama mobil kecil karena masih bisa terjebak banjir dan lubang

Editor: Eka Dinayanti
tribunkalteng.com
Banjir di Kalteng, yang menggenangi Jalan Trans Kalimantan Penda Barania-Bukit Rawi semakin surut, Namun mobil kecil masih tak boleh lewat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PULANG PISAU - Banjir di Kalteng hampir menghentikan denyut roda ekonomi setelah hampir satu bulan Jalan Trans Kalimantan arah Palangkaraya ke Gunung Mas dan empat Kabupaten di DAS Barito terendam akibat luapan Sungai Kahayan.

Minggu (21/11/2021), banjir di Kalteng yang menggenangi Jalan Trans Kalimantan Penda Barania-Bukit Rawi mulai surut, namun hanya kendaraan besar yang masih diperbolehkan melintas.

Jalan Trans Kalimantan daerah Penda Barania-Bukit Rawi yang terendam banjir di Kalteng menjadi salah satu nadi jalan darat, karena merupakan jalan utama penghubung antar kabupaten dan kota hingga lintas provinsi poros tengah.

Salah satu anggota Polantas yang berjaga di lokasi banjir dari Polres Pulang Pisau, Bripka Dodi mengatakan, banjir di jalur menuju Palangkaraya ke Barito Selatan, dan Gunung Mas tersebut berangsur surut.

Baca juga: Banjir Kalteng - Pengungi di Posko Pengungsian di Palangkaraya Dikunjungi Kepala BNPB

Baca juga: Banjir Kalteng - Ditinggal di Rumah Kosong, Jasad Kakek Mengapung di Lokasi Banjir Palangkaraya

“Saat ini banjir sudah terus surut, meski begitu pengendara mobil masih tidak boleh melintas terutama mobil kecil,” ungkapnya karena kendaraan masih bisa terjebak banjir dan lubang jalan rusak di lokasi banjir.

Pantauan di lapangan terdapat larangan bagi pengguna kendaraan roda empat untuk melintas, karena mobil sedan dan sejenisnya bisa terjebak banjir karena menghantam lubang yang tertutup air.

“Untuk mobil yang berukuran pendek seperti sedan dilarang melintas. Karena bisa mogok, kemasukan air, dan menghantam lubang besar,” ungkap Bripka Dodi.

Terjadi penumpukan kendaraan roda empat di dekat Jembatan Sei Lais, sedangkan sepeda motor tetap bisa lewat namun estapet menghindari banjir diangkut naik kelotok menyeberang.

Jasa penyebrangan pun semakin dekat dengan Jembatan Sei Lais.

Baca juga: Dilengkapi Laboratorium Komputer, Dua Gedung Baru Sekolah di Kebunraya Kintap Tanahlaut Diresmikan

Baca juga: Eksis Posting Foto di Sosmed, Model dan Bintang FTV dari Banjarbaru Jadi Endorse Produk Kosmetik

“Jarak banjir dari Jembatan Sei Lais hanya sekitar 200 meter saja. Penyedia jasa penyeberangan kelotok pun semakin dekat dari jembatan,” ungkap Bripka Dodi.

Ketinggian banjir di titik paling dalam di Lokasi Banjir Bukit Rawi dan Penda Barania sekitar 1,25 meter atau setinggi dada orang dewasa. Beberapa waktu lalu, terdapat banyak mobil terjebak di tengah banjir karena mogok.

“Kendaraan yang mogok sudah dievakuasi oleh petugas. Meski sudah surut, untuk panjang jalan yang tergenang banjir kurang lebih 3 kilometer lebih,” ujar Bripka Dodi.

“Kalau sekarang truk besar dan mobil 4WD sudah bisa melintas, namun tetap dengan risiko yang tinggi karena jalan berlubang yang rawan meyebabkan mobil terbalik jika tidak hati-hati mengambil jalutlr,” ungkap Bripka Dodi.

(tribunkalteng.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Banjir di Kalteng, Banjir Bukit Rawi-Penda Barania Semakin Surut Mobil Kecil Dilarang Melintas

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved