Breaking News:

Kriminalitas Tanahbumbu

Kasus Investasi Bodong di Tanbu, Ternyata Korbannya Juga Ada di Jawa

korban investasi bodong itu ternyata tersebar di Kabupaten Kotabaru, Tanahbumbu dan Banjarmasin. Bahkan ada di Jawa

Penulis: Man Hidayat | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kasi Humas Polres Tanbu, AKP H I Made Rasa membeberkan pengembangan kasus investasi bodong yang tengah diproses. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Perkara Investasi bodong di Kabupaten Tanahbumbu terus berjalan. Seiring perjalanan pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polres Tanbu, korban investasi bodong itu ternyata tersebar di Kabupaten Kotabaru, Tanahbumbu dan Banjarmasin.

Bahkan korbannya ada yang berasal dari Jawa, dan ini terus berproses terkait 4 tersangka yang sudah ditahan di Mapolres Tanbu.

Hal ini diungkapkan Kasi Humas Polres Tanbu, AKP H I Made Rasa, Senin (22/11/2021). Kasus ini sudah masuk pemberkasan penyidik.

"Pelaku Maria Sari dengan melaksanakan bisnisnya dengan cara penanaman modal uang investasi denga hasil keuntungan 30 persen hingga 60 persen yang terjadi di Jalan Batu Benawa RT 09 Desa Bersujud Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu," katanya.

Baca juga: Investasi Bodong di Tanbu Dibongkar, 7 Orang Jadi Korban dengan Kerugian Rp 1 Miliar

Baca juga: Direktur PT AGPM Kalteng Ditangkap di Banjarbaru Kalsel Atas Dugaan Investasi Bodong

Baca juga: DAFTAR 28 Investasi Bodong yang Disetop OJK yang Lakukan Money Game, Crypto Aset, Forex, Robot Forex

Kini ia beserta suami dan satu pasangan suami istri lainnya juga sudah diamankan dan menjalankan bisnis yang nasabahnya lebih dari 100an.

"Korban sudah 6 orang yang sudah dinyatakan sebagai korban dengan kerugian sekitar  Rp 1,3 Miliar," kata AKP H Made.

Tersangka Maria Sari ini, melakukan penipuan dengan cara tipu muslihat yaitu investasi terhadap kegiatan usaha kebun kelapa sawit, sarang burung walet dan pertambangan batubara.

Dijelaskan Made, modus tersangka dengan cara tersangka membuka slot investasi yang diduga tidak benar atau bodong dengan menanamkan modal uang untuk mendapatkan hasil keuntungan dengan bunga sebesar 30 persen hingga 60 persen dan pelapor atas nama Herman mengikuti investasi tersebut dengan mentransferkan uang kepada rekening tersangka yang nilainya bervariasi. 

Namun dengan waktu yang sudah ditentukan hasil keuntungan beserta modal tersebut tidak dikembalikan oleh tersangka sehingga korban mengalami kerugian.

" Nah untuk kelanjutan investasi bodongnya untuk pemberkasan dan juga yang melapor ke Polres Tanbu yang kejadiannya di Kotabaru disuruh lapor ke Polres Kotabaru, yang kejadiannya di Banjarmasin agar melaporkan sesuai di tempat kejadiannya," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved