Breaking News:

Berita Banjarmasin

Penyelidikan Dugaan Pungli Iuran HKN 2021 di Banjarmasin, Kejari Banjarmasin Amankan Kaos Seragam

Kejari Banjarmasin telah meminta keterangan dua orang dalam penyelidikan dugaan pungli iuran dana HKN 2021. Jaksa juga mengamankan kaos seragam HKN

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ketua Penitia Pelaksana HKN Tahun 2021 di Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah pasca dimintai keterangan di Kejari Banjarmasin, Senin (22/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin telah memintai keterangan dua orang dalam penyelidikan dugaan pungli iuran dana peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2021 di Kota Banjarmasin, Senin (22/11/2021).

Dua orang yang dimintai keterangan yaitu Ketua Panitia Pelaksana HKN Tahun 2021 di Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah dan Direktur RS Sultan Suriansyah, M Syaukani. 

"Betul dua orang sudah dimintai keterangan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra melalui Kasi Intelijen, Budi Muklish dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id. 

Dimulai kurang lebih pukul 8.00 Wita hingga rampung sekitar pukul 13.00 Wita, keterangan dari dua orang tersebut digali untuk mencermati apakah ada unsur pidana dalam praktik penarikan iuran terkait pelaksaanan peringatan HKN tersebut. 

Baca juga: Dugaan Pungli Iuran HKN ke-57 di Banjarmasin, Panitia Sebut Ada Kesalahan Redaksi Surat

Baca juga: Dugaan Pungli Iuran HKN 2021 di Banjarmasin Masuk Tahap Lidik, Kejari Layangkan Surat Panggilan

Modus atau metode permintaan iuran, besaran nilai iuran hingga penggunaan dana yang terkumpul didalami. 

Dari hasil pemeriksaan awal ini, Jaksa juga telah mengamankan sejumlah data, dokumen maupun barang yang berkaitan dengan HKN Tahun 2021 di Kota Banjarmasin. 

Termasuk di antaranya kwitansi pembayaran iuran, puluhan kaus seragam HKN 2021, nomor rekening bank hingga sederet dokumen lainnya yang bukan tidak mungkin bisa menjadi alat bukti. 

Dalam penyelidikan ini pula, Jaksa mendapati indikasi permintaan iuran tak hanya disodorkan kepada para pengelola fasilitas layanan kesehatan maupun tenaga kesehatan saja, tapi juga ke sejumlah pengelola hotel di Kota Banjarmasin. 

Dilihat dari isi sederet dokumen pengumpulan iuran tersebut, Budi menyebut, target maksimal pengumpulan iuran dipekirakan bisa mencapai Rp 500 juta. 

Meski demikian, pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh Kejaksaan. 

Pasalnya kata Budi, ada sejumlah versi dokumen baik surat keputusan panitia maupun surat proposal iuran HKN yang diamankan oleh Kejaksaan dan isinya berbeda-beda. 

"Ini akan jadi penilaian juga apakah ada upaya mengaburkan atau obstruction of justice," terang Budi. 

Peringatan HKN ke-57 di Banjarmasin Diwarnai Isu Pungli, Dinkes Sebut Sumbangan

Penyelidikan oleh Kejari Banjarmasin ini merupakan buntut dari ramainya beredar surat berisi pengumpulan iuran dari Panitia Peringatan HKN Tahun 2021 di Kota Banjarmasin. 

Dimana dalam surat itu, tertera permintaan iuran dengan berbagai besaran nominal kepada sejumlah pihak yang disebut untuk sumber pendanaan peringatan HKN Tahun 2021 di Kota Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved