Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sosok Calon Direktur Utama Bank Kalsel, Sekda Roy Rizali Sebut Nama Hanawijaya

Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, mengatakan, penetapan Dirut Bank Kalsel tinggal menunggu surat resmi. Nama calon Dirut Bank Kalsel, Hanawijaya

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
Istimewa/Bank Kalsel.
ILUSTRASI - Kantor Bank Kalsel di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Suprastowo , meminta agar posisi Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel bisa kembali terisi.

Sudah enam bulan posisi penting tersebut kosong. Selama ini, hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Dalam pencapaian pendapatan yang telah ditargetkan dalam APBD 2022, Pemprov Kalsel diminta untuk berperan aktif dan kreatif dalam menggali dan mengelola sumber-sumber pendapatan.

"Dengan adanya Dirut, harapan kita terkait pemenuhan kecukupan Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel Rp 3 triliun pada 31 Desember 2024, bisa diupayakan," tegasnya, Senin (22/11/2021).

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, mengatakan, penetapan Dirut Bank Kalsel tinggal menunggu surat resmi.

Baca juga: Dewan Desak Pemprov untuk Susun Raperda Penyertaan Modal ke Bank Kalsel

Baca juga: Penuhi Syarat Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun, Bank Kalsel Sebut 13 Kabupaten Kota Siap Tambah Modal

Menurutnya, nama kandidat tersebut telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tinggal menunggu surat resmi yang selanjutnya dijadwalkan pelantikan.

"Dari informasi, nama yang akan menjadi Dirut Bank Kalsel adalah Hanawijaya," ujarnya usai rapat Banggar di DPRD Kalsel.

Sosok ini, ujar Roy, pernah berpengalaman di Bank Jawa Tengah (Jateng), juga bank swasta dan beberapa kali audiensi dengan Kepala Bakeuda Kalsel serta Kepala Bappeda Kalsel.

"Orangnya cukup menguasai. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau nantinya dapat membawa Bank Kalsel semakin baik," ceplos Sekda.

Pada 31 Desember 2024, Bank Kalsel harus memenuhi modal inti sebesar Rp 3 triliun.

Baca juga: Kasus Pinjol, Anggota DPRD Kalsel Fahrani Sebut Lembaga Keuangan Ini Kecolongan

Baca juga: DPRD Soroti Pialang atau Broker Yang Membebani Bank Kalsel

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved