Breaking News:

Persiapan Mental Menuju Pernikahan

Tips Mempersiapkan Mental Menuju Pernikahan, Diperlukan Kematangan Psikologis

Sebelum menuju ke jenjang pernikahan, pasangan perlu dan pentui untuk mempersiapkan mental.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Acara BTalk mengenai persiapan mental memasuki jenjang pernikahan menghadirkan narasumber, Galuh Dwinta Sari, SPsi, MPsi, psikolog yang juga dosen dan Koordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dipandu jurnalis BPost, Edi Nugroho, Sabtu (20/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut tips mempersiapkan mental menuju gerbang pernikahan.

Pernikahan adalah suatu ikatan lahir dan batin antara seorang laik-laki dengan perempuan yang bukan muhrim.

Dalam pernikahan, menyatukan dua isi kepala yang berbeda antara suami dan istri.

Karena itu, sebelum menuju ke jenjang pernikahan, pasangan perlu dan pentui untuk mempersiapkan mental.

Banyak orang yang mau menikah, namun tak sedikit yang ragu melangkah. Padahal usia sudah cukup matang dan mapan. Begitu bayak pertanyaan tentang persiapan menikah.

Menjawab hal itu, BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja membahasnya secara live, Sabtu (20/11/2021) pukul 16.00 Wita dan bisa disimak ulang di kanal Youtube Banjarmasin Post News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook Bpost Online.

Menurut psikolog yang juga dosen dan Koordinator Unit Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Galuh Dwinta Sari SPsi MPsi, persiapan utama dalam menikah yang pertama adalah kematangan psikologis.

Baca juga: BTalk, Tampil Pede Tanpa Ketombe

Baca juga: BTalk : Jony Fink Mulai Kebanjiran Order Kotak Tisu Berbahan Limbah Ulin

Jadi, tidak berdasar usianya berapa. Sebab, banyak yang sudah dewasa, tapi secara psikologis belum siap menikah. Sebaliknya, ada yang muda, malah sudah siap secara psikologis.

“Jadi sebaiknya matang dulu mentalnya agar tahu apa yang menjadi tanggung jawab setelah menikah. Sebab, menikah itu menjalani hidup berdua pasangan. Akan ada konsekuensinya. Berbeda dengan hidup bujangan,” urai dia.

Lanjut Galuh, dalam persiapan menikah, tidak bisa baku misalkan tidak boleh dulu menikah atau silakan saja menikah, karena hal ini kondisional dari masing-masing orang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved