Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Karet di Kalsel Stabil Naik Tinggi, Terendah di Tingkat Petani Rp 10 ribu

Harga terus membaik, harga karet bahkan pekan ini kenaikan harga pada K3 100% tembus antara Rp 20.000 - Rp 21.000.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Humas Disbunak Kalsel untuk BPost
Disbunak Kalsel umumkan harga karet tanggal 22 November 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan mengumumkan harga karet  ditingkat petani pada pekan ke empat di November.

Hasilnya, Harga karet ditingkat petani diangka Rp 8.600 hingga Rp 9.675. Harga ini stabil tinggi ditingkat petani dengan kadar karet basah 40 persen hingga 45 persen. 

Sementara harga karet basah setelah panen dari petani di Pabrikan dengan K3 sebesar 53 persen sampai dengan 53 persen diberi harga Rp 11.395 sampai dengan Rp 11.852. 

Petani karet di Provinsi Kalimantan Selatan tersenyum manis, pasalnya harga terus membaiknya harga karet bahkan pekan ini kenaikan harga pada K3 100% tembus antara Rp.20.000 -Rp. 21.000.

Baca juga: Harga Terendah Karet Stabil Rp 10 ribu, ini Kata Sekretaris  Eksekutif Gapkindo Kalsel

Baca juga: Karet Terus membaik, Kadisbunak Sebut Kini UPPB di Kalsel Punya Harga Tawar ke Pabrik

Adapun harga ditingkat petani karet menjadi Rp.8.200 hingga Rp.9.200/kg tergantung Kadar Karet Kering (K3) yang dihasilkan. 

Menurut Rahmat salah satu petani karet di Simpang Empat Kabupaten Banjar bahwa harga karet memang tinggi. 

"Malah di sini (simpang Empat Kabupaten banjar) harganya Rp 13.000 per kilo," kata Rahmat. 

Dijelaskan Rahmat, Harga itu paling rendah. "Ada yang lebih mahal lagi, tapi tingkat kering nya lebih baik," kata Rahmat. 

Petani karet lainnya, Alif salah satu petani karet, menjelaskan bahwa harga karet sejak bulan lalu dimana harga tidak jauh berbeda. 

"Ya Alhamdulillah, Harga masih stabil di 10.000 an," kata Alif. 

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Kalimantan Selatan, Hasan Yuniar, menjelaskan harga karet stabil. Bahkan minimal harga Rp 10 ribu. 

Dia memperkirakan bahwa harga tinggi tersebut tetap stabil terlebih gelaran moto Gp di Mandalika dimulai. "Hal ini karena pasti akan pengaruh dengan pembelian karet karena ban yang akan digunakan. Pasti akan berpengaruh. berapa persennya ya akan diketahui nanti," kata dia. 

Baca juga: Harga Karet pada Tingkat Petani di Kalimantan Selatan Menguat

Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga karet saat ini. Diantaranya mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong perbaikan sales otomotif, berkurangnya pasokan karet dunia akibat penyakit gugur daun 

dan serangan penyakit bercak daun (pestalotiopsis), spekulan karet serta pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan (aspal karet). (Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved