Breaking News:

Berita HST

Hilang di Bendungan Batangalai HST,  Manto Ditemukan Meninggal Dekat Jembatan Gantung

Jenazah Beni Oktosimanto atau Manto (45) di temukan di dekat jembatan gantung. Almarhum merupakan korban ketiga yang tenggelam di bendungan Batangalai

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Dayat untuk BPost
Petugas BPBD, Basarnasbersama relawan saat melakukan pencarian jasad para korban tenggelam di Bendungan Sungai Batangalai selesai seiring ditemukannya tiga jenazah korban, Selasa (23/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Korban ketiga yang tenggelam di bendung sungai Batangalai,Desa Labuhan, Kecamatan Batangalai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Senin 22 November 2021 akhirnya ditemukan tim yang  melakukan pencarian.

Jenazah Beni Oktosimanto atau Manto (45) di temukan di dekat jembatan gantung yang menghubungkan Labuan dan Labuan Seberang. Korban ditemukan dengan radius 1,5 kilometer di titik tenggelam, Selasa (23/11/2021) pukul 17.00 wita.

Kirman, warga Desa Labuhan. Kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan, jenazah korban sudah berada di rumah duka.

“Dimakamkan besok, setelah dibawa ke gereja Evata untuk ritual,”ungkap Kirman, yang mengaku sedang dalam perjalanan untuk membelikan perlengkapan penyelenggaraan jenazah secara Kristen.

Jasad Dua dari Tiga Warga Desa Labuhan Korban Tenggelam di Bendungan Batangalai HST Ditemukan

Baca juga: Tenggelam di Kalsel : Terbawa Arus di Bendungan Batang Alai, Tiga Pemancing Hilang

Sebelum Manto ditemukan, terlebih dahulu ditemukan jenazah Jerry (18) dan Arga (14). Keduanya adalah pelajar SMP di Desa Labuhan. Sedangkan Manto, kata Kirman adalah sopir di perusahaan semen di Tabalong.

“Manto bercebur ke sungai berniat ingin menolong Jerry dan Arga, ketika melihat keduanya tenggelam saat bercebur ke sungai, sebagaimana Arga yang ingin menolong Jerry. Namun, ketiganya tak bisa lolos dari pusaran air yang tiba-tiba datang,”kata Kirman.

Menurut keterangan saksi, saat di tempat kejadian, jelas Kirman, saat Jerry bercebur kondisi air masih normal dan terlihat jernih seperti biasa. Namun, diduga hujan deras terjadi di bagian hulu pegunungan Meratus, membuat air dengan cepat naik ketinggiannya. Ketiganya setelah tenggelam hanyut dibawa arus sungai.

Warga Labuhan pun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yag terlibat pencarian. Seperti BPBD HST, Vertikal Resceu, BAsarnas serta organisasi relawan lainnya, dari luar daerah yang tak bisa disebut satu persatu. “Semoga kebaikan mereka mendapat balasan dari Tuhan,”kata Kirman. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved