Breaking News:

OTT KPK di HSU

Ikut Jadi Saksi Kasus OTT KPK di HSU, Anggota DPRD Tabalong Ini Mengaku Ditanya KPK Soal Ini

Anggota DPRD Tabalong, Rini Irawanty ikut menjadi saksi kasus OTT KPK di HSU yang menjadikan Bupati HSU Abdul Wahid sebagai tersangka

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Anggota DPRD Tabalong, Rini Irawanty yang turut menjadi saksi kasus OTT KPK di HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Kasus OTT KPK di HSU yang saat ini juga telah menjadikan Bupati HSU H Abdul Wahid sebagai satu dari empat tersangka berujung diperiksanya anggota DPRD Tabalong, Rini Irawanty.

Politisi perempuan dari PDIP ini telah diperiksa petugas KPK yang meminjam satu ruangan di Mapolres HSU, Senin (22/11/2021) sore.

Terkait pemeriksaan ini, Rini Irawanty yang ditemui di Kantor DPRD Tabalong, Selasa (23/11/2021), membenarkan kalau telah diperiksa KPK dalam kaitan kasus Bupati HSU.

Undangan pemanggilan pemeriksaan sebagai saksi ini diterimanya langsung dengan kapasitas dirinya atas nama sebagai pribadi.

Kasus OTT KPK di HSU, Satu Anggota DPRD Kabupaten Tabalong Kalsel Dipanggil

OTT KPK di HSU, Hari Ini Adik Tersangka Maliki Ikut Dipanggil

OTT KPK di HSU, Gubernur Sudah Usulkan Penonaktifan Abdul Wahid sebagai Bupati

Dalam pemeriksaan yang dijalani kemarin dengan jadwal pukul 14.00 wita sampai pukul 17.00 wita, Rini mengaku menjawab sekitar 13 sampai 15 pertanyaaan, dengan proses yang berjalan lancar

"Sebagai warga negara yang baik tentu saja saya menghargai dan menghormati panggilan yang diminta oleh KPK yang pelaksanaan dilaksanakan di Polres HSU," katanya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap dirinya, imbuh Rini, hanya terkait sejauh mana mengenal Bupati HSU H Abdul Wahid selama dirinya bekerja di Kabupaten HSU.

OTT KPK di HSU, Gubernur Sudah Usulkan Penonaktifan Abdul Wahid sebagai Bupati

Ini karena dirinya memang sempat bekerja di RSUD Pambalah Batung Amuntai sebagai tenaga kontrak bidan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016. 

"Dari 2017, 2018 sampai sekarang saya meninggalkan kota Amuntai dan saya juga mengklarifikasi bahwa pemberitaan  kedekatan emosional kami hanya sebagai pimpinan dan tenaga kerja di Amuntai. Selebihnya saya mengenal beliau adalah seperti bapak dan anak, tidak ada lebih dari pada itu," tegasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved