Berita Banjarmasin

Unjuk Rasa Buruh Kalsel Protes Kenaikan UMP Kalsel akan Digelar Serentak pada 25 November 2021

Aliansi Pekerja Buruh Banua memutuskan untuk menggeser waktu pelaksanaan aksi unjuk rasa soal kenaikan UMP Kalsel pada Kamis (25/11/2021).

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Syaiful Akhyar
Aliansi Pekerja Buruh Banua
Presidium Aliansi Pekerja Buruh Banua dalam konferensi pers di Banjarmasin menentang kenaikan UMP Kalsel 2022 sebesar 1,01 persen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aliansi Pekerja Buruh Banua memutuskan untuk menggeser waktu pelaksanaan aksi unjuk rasa soal kenaikan UMP Kalsel pada Kamis (25/11/2021).

Sempat merencanakan aksi unjuk rasa protes kenaikan UMP Kalsel Tahun 2022 sebesar 1,01 persen pada Selasa (23/11/2021), 

Salah satu Presidium Aliansi Buruh Banua, Yoeyoen Indharto mengatakan, pelaksanaan unjuk rasa di Kalsel disesuaikan dengan aksi serentak buruh dan pekerja di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Digelar Kamis (25/11/2021)," kata Yoeyoen dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Polisi Hentikan Tambang Batu Bara Diduga Ilegal di Desa Mangkalapi Tanbu, 31 Alat Berat Diamankan

Baca juga: Pemantauan Investor Asing dan TKA di Kabupaten Tanahlaut Diperketat, Begini Tanggapan Pihak Asing

Baca juga: Komunitas BA2M Bikin Film Perangkap Nikmat 2, Angkat Pesan Tentang Narkoba Terima Penghargaan BNN

Ia mengatakan, bahkan di sejumlah daerah lain seperti di Jawa Timur (Jatim) aksi pekerja dan buruh akan digelar secara berkelanjutan pada Tanggal 25, 26, 29 dan 30 Nopember.

Walau memastikan aksi pekerja dan buruh di Kalsel akan digelar Kamis (25/11/2021), Yoeyoen belum membeberkan berapa perkiraan massa yang akan turun pada aksi di Kalsel.

Meski demikian, diperkirakan ratusan atau bahkan ribuan massa akan turun bergerak menyuarakan protes terhadap kenaikan UMP yang hanya 1,01 persen sesuai penetapan Dewan Pengupahan Kalsel itu.

Pasalnya, dalam Aliansi Buruh Banua tergabung tiga perwakilan organisasi dan serikat buruh di Kalsel.

Yaitu Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalsel.

Sebelumnya, Yoeyoen yang juga merupakan Ketua FSPMI Kalsel mengatakan, aksi unjuk rasa akan ditujukan ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Yoeyoen berniat menagih janji para Wakil Rakyat Kalsel yang menurutnya pernah berjanji untuk turut mengawal upaya para kaum buruh memperjuangkan kenaikan UMP Kalsel Tahun 2022.

Sejak perhitungan kenaikan UMP Kalsel Tahun 2022 dalam Rapat Dewan Pengupahan Kalsel memunculkan angka 1,01 persen, Aliansi Buruh Banua memang telah menyampaikan protes keras.

Dimana Yoeyoen menyebut, kenaikan UMP sebesar 1,01 persen sebagai sejarah kelam bagi buruh di Kalsel.

Setelah tak naik di Tahun 2021, kenaikan UMP di Tahun 2022 sebesar 1,01 persen dikatakan Yoeyoen menciderai perasaan buruh di Kalsel.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved