Breaking News:

Makam Sultan Suriansyah

Wisata Kalsel, Ada Aruh Kuin dan Maturi Dahar Haul Jama di Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin

Wisata Kalsel. Maturi Dahar acara syukuran atau selamatan di Makam Sultan Suriansyah di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Wisata Kalsel. Peziarah di Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wisata Kalsel. Yayasan Restu Sultan Suriansyah bekerjasama Komunitas Wasi Pusaka Banua (Wasaka) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan rutin tiap tahun.

Kegiatannya adalah Aruh Kuin dan Maturi Dahar Haul Jama Sultan Suriansyah, Khatib Dayan dan Patih Masih, serta acara Jamas atau pembersihan dan selamatan pusaka kerajaan Banjar.

Tahun ini digelar saat Sabtu, malam minggu tanggal 23 Oktober 2021, di kompleks Makam Sultan Suriansyah di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selain membaca zikir dan selawat yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat, juga tersaji berbagai kue 41 macam.

Juga ada puluhan pusaka yang berjejer rapi. Dari tombak, parang, badik hingga keris.

Baca juga: Wisata Kalsel, Bentuk Yayasan dan Website Mengenai Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin

Menurut Ketua Yayasan Restu Sultan Suriansyah, Syarifudin Nur, Maturi Dahar merupakan acara syukuran atau selamatan atas karunia iman sejak zaman Raja Banjar pertama Sultan Suriansyah memerintah pada 1500-1540.

"Maturi Dahar juga media silaturahmi yang sakral antar zuriat dan masyarakat. Mengenang jasa leluhur atau pendahulu hingga pelestarian adat istiadat," ucapnya.

Maturi Dahar juga memiliki arti lain, yaitu "memberi makan leluhur". Jauh sebelum Islam menyebar di tanah Banjar, ritual ini dulunya juga sarana tolak bala.

"Agar hidup masyarakat tenteram. Dahulu penganan ini disebut sesaji. Biasanya dilarung ke sungai atau laut," tuturnya.

Ritual itu kemudian disesuaikan dengan ajaran Islam  Diisi zikir, selawat dan doa. Penganan juga dinikmati bersama.

Baca juga: Wisata Kalsel : Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin Diziarahi Pengunjung Hingga Luar Negeri

Selain itu ada juga acara jamas pembersihan, pencucian pusaka. Benda pusaka itu dijamas dengan air kembang. Diolesi minyak khusus agar tak berkarat. Dan dikeringkan dengan diangin-anginkan melalui kepulan asap dupa.

Sejumlah pusaka kerajaan yang umurnya ratusan tahun, yang selama ini disimpan para keturunan, kini ditampilkan di depan publik.

"Beberapa keris pusaka saya simpan di rumah. Karena bila diletekkan di Musium Sultan Suriansyah, khawatir bisa hilang, karena tidak ada petugas yang jaga," ucap Syarifuddin.

(Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved