Breaking News:

Makam Sultan Suriansyah

Wisata Kalsel, Peziarah Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin Perlu Buku Panduannya

Wisata Kalsel. Yayasan Restu Sultan Suriansyah dibantu Pemko Banjarmasin terbitkan buku panduan saat ziarah di Makam Sultan Suriansyah.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Wisata Kalsel. Buku panduan berziarah di Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wisata Kalsel. Kebanyak warga Kalimantan Selatan dan para peziarah masih belum mengetahui secara persis tentang sejarah Makam Sultan Suriansyah secara lengkap.

Sebenarnya sudah ada buku panduan Ziarah dan Sejarah Wisata Religi Makam Sultan Suriansyah, tempat yang lokasinya di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Cuma, jumlahnya terbatas. "Kami ingin mencetak buku itu dalam jumlah banyak, cuma ketiadaan dana. Sebenarnya bila ada pihak ketiga yang mau membantu mencetak, kami sangat bersyukur," kata Ketua Yayasan Restu Sultan Suriansyah, Syarifuddin.

Menurut dia, di buku ini cukup lengkap berisi tokoh-tokoh yang dimakamkan, tentang sejarah awal ditemukannya makam oleh Datuk Amin yang tak lain pedatuannya setelah sekian lama tidak terawat.

Baca juga: Wisata Kalsel, Sketsa Khatib Dayyan di Museum Kompleks Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin

Baca juga: Wisata Kalsel, Warga Ini Bernazar ke Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin

Baca juga: Wisata Kalsel, Ada Aruh Kuin dan Maturi Dahar Haul Jama di Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin

"Kisah yang tidak diketahui oleh orang kebanyakan. Hal yang menarik mengenai Khatib Dayyan dalam berdakwah di Kalimantan, banyak yang tidak mengulasnya. Ada tiga gelombang ulama yang dibawa beliau ke Kalimantan. Ini sama polanya dengan rombongan Wali Songo yang datang ke Jawa, sebenarnya berasal dari Kerajaan Turki Ustmani berisi ulama-ulama Timur Tengah," ungkapnya.

Ditambahkan Syarifuddin, buku yang ada di tangannya dicetak berkat bantuan pemko, atas prakarsa Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Kata sambutan dalam buku itu pun dari Wali Kota.

"Lalu dicetak oleh Pemko Banjarmasin dan kami mendapat 20 eksemplar," sebutnya.

Menurut Syarifuddin, sebenarnya hendak mencetak buku tersebut, tapi terkendala dana.

Baca juga: Wisata Kalsel, Bentuk Yayasan dan Website Mengenai Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin

Baca juga: Wisata Kalsel : Makam Sultan Suriansyah di Banjarmasin Diziarahi Pengunjung Hingga Luar Negeri

"Kami yayasan tidak punya dana untuk mencetak karena uangnya habis untuk merenovasi museum dan kemarin  ada acara Maturi Dahar juga," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved