Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Kalsel Membaik, BI Sebut QRIS di Kalsel Capai 160 ribu merchant, Masuk Top 10 di Indonesia

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Amanlison Sembiring menjelaskan perekonomian di Kalsel sudah mulai meningkat. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/mariana
Salah satu merchant di Banjarmasin yang menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran. 

BANJARMASINPOST.CO,ID, BANJARMASIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021, Rabu (24/11/2021). 

PTBI diselenggarakan untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan. 

Tema yang diangkat dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 adalah “Bangkit  dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi”. 

Tema ini menyiratkan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar semua pihak untuk mendukung kelanjutan 
perbaikan ekonomi di tahun 2022 pasca perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Baca juga: Perekonomian Kalsel Meningkat 3,62 Persen, Simak Analisa Pengamat Ekonomi ULM Agar Terus Terdongkrak

Baca juga: Dorong Kemajuan Ekonomi Kalsel, Angkasa Pura I Dukung Ekspor Produk Perikanan

Baca juga: Gelar Program BI Mengajar 2021, KPW BI Kalsel Sebut Ekonomi Kalsel Tumbuh Positif

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan dalam arahannya yang disampaikan oleh Sekretaris  Daerah Provinsi Kalsel, Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T menekankan bahwa perekonomian domestik yang mulai membaik harus dimanfaatkan sebagai momentum bersama untuk kembali menggalang kekuatan dan strategi yang semakin efektif guna mendorong pemulihan ekonomi. 

Selanjutnya, perekonomian global yang secara bertahap juga mulai membaik sebagai pemicu semangat optimisme pemulihan ekonomi di Kalimantan Selatan. 

Secara komulatif, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan 2021 mulai menunjukkan pemulihan dari tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebagai dampak dari Covid-19. 

Dari sisi suplai, pemulihan ekonomi ini diperkirakan didorong oleh perbaikan di seluruh lapangan usaha (LU) utama, antara lain pertambangan; dan perdagangan, hotel, dan restoran (PHRI). 

Dari sisi permintaan, peningkatan ekonomi terutama dipengaruhi oleh perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang berangsur pulih, serta peningkatan investasi dan ekspor. 

Dari sisi perkembangan harga, inflasi Kalimantan Selatan pada tahun 2021 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan dengan 2020, namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional (3 ± 1%). 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved