Breaking News:

Tapin

Kasus Stunting di Kabupaten Tapin Disebut Telah Turun Hingga Dua Persen Pada 2021

Kabid Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tapin, Hj Halidah, pada kegiatan publikasi data hasil pengukuran stunting menyebut kasus turun 2 persen pada 2021

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tapin, Halidah, saat memaparkan hasil presentasi stunting, Rabu (24/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Setelah sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, berhasil menurunkan angka Stunting hingga dua persen.

Hal ini disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat, Halidah, di sela kegiatan publikasi data hasil pengukuran Stunting Tingkat Kabupaten Tapin.

"Berkat dukungan semua pihak, Stunting di Kabupaten Tapin terus menurun setiap tahunnya," ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Dilaksanakannya publikasi Stunting ini tidak lain untuk memudahkan lintas sektor untuk mengetahui data stunting terkini, sehingga dapat tindak lanjut ke depannya.

Baca juga: Kabupaten Tapin Boyong Enam Piala di Puncak Hari Kesehatan Nasional

Baca juga: Postur APBD Kabupaten Tapin Tahun 2022 Disepakati, Alami Defisit Rp 582.545.895.844

"Adanya publikasi dalam rangka upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Tapin," jelasnya.

Saat ini Stunting di Kabupaten Tapin telah berhasil dibawah target yang ditetapkan nasional, yakni 14 persen Sedangkan Kabupaten Tapin mencapai 11,54 persen.

Data ini sesuai dari Elektronik Pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat.

Tidak hanya itu, Kabupaten Tapin menjadi daerah terendah keempat kasus stunting di Provinsi Kalsel.

Baca juga: Ratusan Warga Dapat Vaksin dari Kodim 1010 Tapin di Binuang Kalsel

Baca juga: Petugas Gabungan Gelar Operasi Pekat di Tapin, Temukan Miras Hingga Pasangan Cinta Bukan Suami Istri

"Penurunan stunting dari tahun sebelumnya mencapai dua persen, yang mana pada tahun 2020 kasus stunting di Tapin sebesar 13,73 persen namun pada tahun ini menjadi 11,54 persen," jelasnya.

Ia berharap semua pihak dapat terus berupaya untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Tapin.

Karena sampai saat ini, hanya desa yang melakukan upaya dan di kelurahan di Kabupaten Tapin juga dapat melakukan percepatan penurunan kasus stunting di wilayahnya masing-masing.

(Banjarmasinpost.co.id/Satnisslaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved