Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tahap Kedua Perkara Korupsi Alkes ke Kejari Banjarmasin

Penyerahan tersangka SBH dan SH serta barang bukti korupsi alkes di RSUD Ulin dari Penyidik Polda Kalsel kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Dua tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan alkes di RSUD Ulin diserahkan penyidik kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (24/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dua perkara dugaan tindak pidana korupsi, Rabu (24/11/2021).

Kasus tersebut terkait pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dua tersangka itu berinisial SBH (49) yang merupakan oknum PNS RSUD Ulin Banjarmasin dan SH (63) yang merupakan oknum sales marketing perusahaan pengadaan alat kesehatan.

"Berkasnya sudah lengkap, hari ini penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Polda Kalsel kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin," kata Kajari Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra, melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Arif Ronaldi. 

Dijelaskan, pasca diserahkan, tanggungjawab penahanan terhadap dua tersangka menjadi kewenangan Kejaksaan. 

Baca juga: Polda Kalsel Mintai Keterangan 11 Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan Alkes RSUD Ulin

Baca juga: Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan Alkes RSUD Ulin, Polda Kalsel : Alkes Berupa Tempat Tidur Pasien

Untuk sementara, kedua tersangka dititipkan di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Kalsel. 

"Keduanya dititipkan di Tahti Polda untuk 20 hari ke depan sambil menunggu nanti penetapan Majelis Hakim dan sidang dakwaan," terang Arif. 

Meski memiliki waktu maksimal 20 hari untuk melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan, namun Jaksa Penuntut Umum kata Arif akan secepatnya melakukan pelimpahan. 

Karena merupakan perkara dugaan korupsi, nantinya dua perkara tersebut akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin. 

Penuntutan atas perkara ini nantinya kata Arif akan ditangani oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel dan Kejari Banjarmasin.

Baca juga: Kena OTT Kasus Gratifikasi Pengadaan Alkes RSUD Ulin, Begini Ancaman Hukumannnya

Baca juga: Kasus Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Ulin, Polda Kalsel : Dua Tersangka Ditangkap OTT

Sebelumnya, dua tersangka itu diamankan anggota Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalsel dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah rumah makan Jalan A Yani Km 5, Kota Banjarmasin, Sabtu (21/8/2021).

Pada OTT tersebut diduga terjadi transaksi penyerahan gratifikasi dari tersangka SH kepada SBH. Barang bukti berupa uang senilai Rp 11,5 juta diamankan polisi. 

Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka SBH mengakui uang Rp 11,5 juta lebih yang diserahkan tersangka SH merupakan hadiah.

Karena, perannya memuluskan perusahaan yang diwakili SH memenangkan lelang pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved