Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Serikat Penyelenggara Haji Umrah Minta Masyarakat Tunggu Informasi Resmi Pemerintah

Ketua Asosiasi Travel Umrah Kalsel, Saridi Salimin, dapat pesan berantai ibadah ke Arab Saudi telah dibuka namun belum ada pengumuman dari pemerintah.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
AFP/ABDEL GHANI BASHIR
ILUSTRASI - Kabah di Masjidil Haram, Arab Saudi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji menyampaikan pesan berantai.

Pesan tersebut berisi informasi bahwa masih belum ada kejelasan mengenai keberangkatan umrah. 

Pesan itu sampai pula kepada Ketua Asosiasi Travel Umrah Kalimantan Selatan (Kalsel), Saridi Salimin. 

"Kami masih menunggu rilis resmi dari pemerintah. Belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudia terkait pembukaan umrah," bebernya, Rabu (24/11/2021).

Ia pun menyebut, saat ini ada sekitar 300 orang calon jemaah umrahnya yang tak sabar bisa menunaikan ibadah, jika benar dibuka kembali.

Baca juga: Harapan Agar Jemaah Haji dan Umrah Bisa Segera ke Baitullah Terus Diupayakan Pemerintah

Sementara itu, meski Kalsel memiliki Bandara Internasional Syamsudin Noor, masih harus transit ke Jakarta atau ke Surabaya. Tapi bisa jadi ke depan, langsung ke Arab Saudi. Sebab, pihak bandara mengaku sudah siap.

"Kami siap. Kami berharap bisa langsung dari Banjarmasin. Namun nanti tergantung pada kebijakan pemerintah dah maskapainya. Selama ini ada lewat Surabaya dan Jakarta," ujar Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor. 

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Sahat Pasaribu, melalui, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Muhammad Yamin, menjelaskan, pertama-tama untuk digarisbawahi kewenangan imigrasi terkait keberangkatan jemaah umrah ada pada penerbitan paspor. Sedangkan untuk penerbitan visa adalah kewenang dari negara yang dituju dalam hal ini Arab Saudi.

"Seperti yang kita ketahui bersama, tujuan masyarakat Kalimantan Selatan membuat paspor, paling banyak adalah untuk keperluan umrah dan haji," ujarnya.

Terkait permohonan paspor, sebelum pandemi dapat melayani hampir 200 permohonan per hari. Pada masa pandemi, bila ada 20 permohonan yang masuk per hari, sudah luar biasa.

Baca juga: Haji dan Umroh Tak Kunjung Ada Kejelasan, Begini Respon Perusahaan Travel Kalsel

Baca juga: Keberangkatan Umrah 2021 Tak Ada Kepastian, 10 Persen Calon Jemaah di Kalsel Mundur

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved