Breaking News:

Buruh Protes Kenaikan UMP Kalsel

Buruh Protes Kenaikan UMP Kalsel, Pemerintah Provinsi Tampung Aspirasi Massa

Buruh Protes Kenaikan UMP Kalsel. Pemerintah provinsi dan DPRD tampung aspirasi buruh supaya upah naik 8 persen, dibahas dan dilaporkan ke gubernur.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Buruh Protes Kenaikan UMP Kalsel. Massa menuntut kenaikan upah, lokasinya di depan gedung dewan, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Buruh Protes Kenaikan UMP Kalsel. Massa berunjuk rasa terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Selatan supaya di atas 1,01 persen.

Diketahui, pemerintah provinsi baru saja menetapkan besaran UMP Kalsel 2022, yakni kenaikannya sebesar 1,01 persen dari angka sekitar Rp 2,8 juta.

Demo buruh di Kota Banjarmasin itu, pada akhirnya aspirasi mereka ditampung Pemprov Kalsel.

Sebagaimana disampaikan Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, setelah mengikuti rapat paripurna di DPRD.

Meski tak ada Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang menemui pendemo, namun sudah diwakilkan kepada Kepala  Disnakertrans Kalsel untuk menemui massa.

Baca juga: Buruh Se-Indonesia Bakal Kembali Demo di Awal Desember 2021, Berikut Jadwal Unjuk Rasa

Baca juga: Gelar Unjuk Rasa, Buruh : Pemprov Kalsel Seperti Tak Punya Kewenangan

Baca juga: Pastikan Aksi Buruh Kalsel Berjalan Kondusif, Polresta Banjarmasin Terjunkan 2.000 Lebih Personel

Aspirasi dari para buruh yang berdemo, ujar Roy, akan pihaknya tampung dan selanjutnya akan dilaporkan ke pimpinan.

"Aspirasi dan tuntutan mereka akan kami terima dan kami laporkan ke pimpinan. Selanjutnya, dibahas secara teknis," janji Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar.

Terkait keberadaan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang diminta untuk menemui massa, Roy mengatakan, saat ini sedang ada tugas di luar daerah.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK,  pihaknya mengapresiasi unjuk rasa pihak buruh yang meminta kenaikan UMP tidak 1 persen. 

"Kami sebagai wakil rakyat mengapresiasi atas tuntutan para buruh. Selanjutnya kami sampaikan dan akan dievaluasi. Jika substansinya tidak bertentangan pada kebijakan tertinggi, maka mau tidak mau akan kami perjuangkan. Tapi saat ini sudah ada ketetapan yang sesuai dengan aturan. Tapi kita lihat nanti, jika ada aturan sendiri, silakan nanti seperti apa," urai dia.

Baca juga: Minta Ditemui Gubernur Kalsel, Massa Buruh Pengunjuk Rasa Ancam Bermalam di Depan Gedung DPRD Kalsel

Baca juga: Aksi Tolak Keputusan UMP Kalsel 2022, Buruh Minta Kehadiran Gubernur Kalsel

Baca juga: BREAKING NEWS- Protes Kenaikan UMP Kalsel, Massa Buruh Banjiri Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin

Kemudian, Supian HK mencontohkan kenaikan upah minimum Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta yang membuat pendemo merasa upah bisa dinaikkan lebih dari ketentuan Kemenaker.

"Makanya, kami tampung dan evaluasi aspirasi buruh. Kemudian dibahas secara langsung ke gubernur. Nanti persetujuannya tetap di DPRD," imbuh Supian.

Dalam tulisan di spanduk, buruh menginginkan kenaikan UMP 2022 Kalsel hingga 8 persen.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved