Breaking News:

Berita Tapin

Dinas PUPR Tapin Akan Beri Sanksi Kontraktor yang Belum Menyelesaikan Proyek Tepat Waktu

Kadis PUPR Tapin, mengatakan kontraktor beralasan pengerjaan proyek tidak berjalan lancar akibat hujan dan pandemi sehingga material terkendala

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Kepala Dinas PUPR Tapin, Yustan Azidin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - PUPR Kabupaten Tapin telah melalukan evaluasi kepada kontraktor-kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek di Kabupaten Tapin.

Hal ini dilakukan karena sejumlah proyek infrastuktur pemerintah daerah Kabupaten Tapin terancam tak selesai tepat waktu yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin, H. Yustan Azidin mengatakan beberapa kontraktor beralasan pengerjaan proyek tidak berjalan lancar akibat hujan dan pandemi COVID-19 sehingga material dari luar daerah terkendala.

"Kendala ini tidak bisa dijadikan alasan terkait penyelesaian pengerjaan proyek-proyek tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Heboh, Netizen Bikin Poling Bursa Bakal Calon Bupati Tapin, Sekda dan Ketua DPRD Masuk Daftar

Baca juga: Kasus Stunting di Kabupaten Tapin Disebut Telah Turun Hingga Dua Persen Pada 2021

H. Yustan mengatakan terkait hal ini, ada konsekuensi yang akan diberlakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Tapin yang telah disepakati dengan pihak para kontraktor.

"Opsinya antara lain pemutusan kontrak atau opsi perpanjangan dengan denda dari nilai kontrak perhari bagi kontraktor yang tidak menyelesaikan proyeknya sesuai waktu yang telah ditentukan," jelasnya.

Yustan mengatakan, ke depan akan dilakukan lagi pemeriksaan dokumen perusahaan-perusahaan itu, apakah di perpanjangan masa pengerjaan dengan denda atau bisa jadi pemutusan kontrak.

Baca juga: Kalender Pariwisata Kalsel 2022 Diluncurkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat

"Kami bekerja profesional dalam hal ini," jelasnya.

Ia mengakui telah memanggil dan melayangkan surat resmi kepada para kontraktor yang hasil evaluasi pengerjaannya kurang baik.

"Kita lihat hasilnya nanti, kita berharap semua proyek bisa selesai tepat waktu tanpa harus ada sanksi bagi perusahaan kontraktor proyek pemerintah tersebut," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved