Breaking News:

Berita Banjarmasin

Gerakan Bebas Sampah Plastik Makin Masif di Banjarmasin, Usai Ritel Modern Rambah Pasar Tradisional

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina melakukan launching gerakan atau program Pasar Bebas Plastik di Aula Kayuh Baimbai.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Syaiful Akhyar
Dokpim Banjarmasin
Launching program Pasar Bebas Plastik oleh Pemko Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Upaya untuk mengurangi sampah berupa kantong plastik, rupanya semakin masif dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Pasalnya setelah sukses menerapkan retail modern tanpa kantong plastik, gerakan ini juga akan merambah ke pasar-pasar tradisional di Banjarmasin.

Bahkan hari ini Kamis (25/11/2021), Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina melakukan launching gerakan atau program Pasar Bebas Plastik di Aula Kayuh Baimbai.

Kepada awak media, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menerangkan gerakan ini akan terlebih dahulu dilakukan ujicoba di dua pasar tradisional.

Baca juga: Terdampak Naiknya CPO, Harga Minyak Goreng Kemasan Alami Kenaikan

Baca juga: Peringatan Hari Guru Nasional 2021, Bupati Banjar Janji Perjuangkan Kenaikan Tunjangan Guru

Baca juga: Gencarkan Revolusi Hijau, Danrem 101/Antasari Ajak Insan Pers Tanam Mangrove dan Rambai

"Hari ini launching diet kantong plastik khususnya di pasar tradisional. Dan akan diujicoba di dua pasar yaitu Pasar Pandu dam Pasar Pekauman, dan pemberlakuannya sejak 13 Desember 2021," ujar Ibnu.

Ibnu menerangkan juga bahwa gerakan ini sebagai lanjutan terkait dengan kebijakan yang sudah dijalankan sebelumnya yakni ritel modern tanpa kantong plastik.

"Setelah sukses untuk pasar modern, kita akan merambah ke pasar tradisional. Mudahan ini bisa menjadi upaya kita bersama dalam mengurangi sampah plastik," jelasnya.

Ibnu juga membeberkan bahwa ujicoba tersebut akan diberlakukan dalam beberapa tahun. Terlebih nantinya akan banyak dinamika yang dihadapi.

"Mungkin setahun atau dua tahun. Dahulu kita melakukan ujicoba untuk ritel modern, dan sekarang pola pikir masyarakat berubah. Kalau mau belanja bawa sendiri tempatnya. Kemudian akan kita evaluasi setelah tiga bulan. Kalau berhasil segera diwujudkan di pasar-pasar lainnya," katanya.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira menerangkan, ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved