Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kenaikan UMP Kalsel Nomor 14 Tertinggi dari 34 Provinsi di Indonesia.

Siswansyah menerangkan jika kenaikan UMP 2022, 1, 0 1 persen tersebut sudah melalui rumusan oleh dewan pengupahan provinsi Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kadisnakertrans Provinsi Kalsel, Siswansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Unjuk rasa buruh di Banjarmasin yang menuntut Upah Minimum Provinsi yang dinilai rendah disepakati Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel.

Ungkap Kadisnakertrans Kalsel Siswansyah, Kamis (25/11/2021) pihaknya menyikapi cara bijak atas tuntutan buruh.

Menurut siswansyah aksi unjuk rasa buruh tersebut sebagai bentuk imbauan kepada pemerintah yang sifatnya komunikatif.

"Asal jangan menimbulkan permasalahan baru nantinya," ujarnya.

Baca juga: Daftar UMP Tahun 2022 Beberapa Wilayah di Indonesia, Kalsel Tetapkan Rp 2,9 Juta

Baca juga: Unjuk Rasa Buruh Kalsel Protes Kenaikan UMP Kalsel akan Digelar Serentak pada 25 November 2021

Menurut Siswansyah, keinginan buruh agar UMP dinaikkan lebih dari kebijakan di tahun 2022 ini yakni 1,01 persen disepakati olehnya.

"Itu bisa jadi masukan kepada pemerintah agar di tahun berikutnya kenaikan bisa sesuai dengan keinginan kaum buruh," tambahnya.

Ditanya akankah UMP 2022 dengan kenaikan 1,01 persen bisa dianulir dengan adanya unjuk rasa tersebut, Siswansyah sangsi.

"Ketetapan itu sudah ditandatangani oleh Gubernur, secara norma hukum kenaikan itu sudah sesuai dengan perundang-undangan," tambahnya.

Siswansyah menerangkan jika kenaikan UMP 2022, 1, 0 1 persen tersebut sudah melalui rumusan oleh dewan pengupahan provinsi Kalsel.

Di dalamnya selain ada Disnakertrans Kalsel, juga ada perwakilan dari perkumpulan buruh misalnya SPSI dan organisasi buruh lainnya termasuk akademisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved