Breaking News:

Berita Banjarbaru

PLN Ukur Dampak Sosial Program TJSL Pengembangan Bank Sampah

Manajemen PT PLN UIW KSKT bekerja sama PT Senyum Untuk Negeri melakukan penilaian keberadaan Bank Sampah Sekumpul dan dinyatakan program ini berhasil.

PT PLN (PERSERO) UIW KSKT
Bank Sampah Sekumpul binaan PLN, berlokasi di Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) melakukan pengukuran dampak sosial atau Social Return of Invesment (SROI).

Kegiatan itu dilaksanakan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, pengukuran SROI dilakukan pada salah satu komunitas binaan PLN, yakni Bank Sampah Sekumpul yang berlokasi di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UIW Kalselteng, Suhadi, menjelaskan, pihaknya ingin melihat dampak sosial dari program TJSL yang telah dilakukan.

Disampaikan, SROI merupakan salah satu tolok ukur untuk menghitung perubahan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menggabungkan data dan manfaat dari aspek sosial, lingkungan dan ekonomi. 

Bank Sampah Sekumpul yang berlokasi di Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan binaa PLN.
Bank Sampah Sekumpul yang berlokasi di Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan binaa PLN. (PT PLN (PERSERO) UIW KSKT)

“Pengukuran SROI ini merupakan salah satu rangkaian proses dari program TJSL yang dijalankan oleh PLN agar TJSL yang telah dilakukan terukur keberhasilannya secara nilai sosial, lingkungan dan ekonomi,” jelas Suhadi, Kamis (25/11/2021). 

Masih kata Suhadi mengatakan PLN bekerjasama dengan lembaga independen yang telah berpengalaman dalam pengukuran SROI, yaitu PT Senyum Untuk Negeri (SUN).

Ia berharap, dengan melakukan kerja sama ini dapat memberikan penilaian yang subyektif dari program TJSL yang sudah dilakukan oleh perusahaan. 

“Program TJSL PLN telah bertranformasi menjadi kegiatan yang tidak hanya bersifat charity, tetapi memberikan dampak sosial ekonomi yang jelas dan terukur secara rupiah atau angka,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT SUN, Widi Sulistiono, menjelaskan, telah dilaksanakan penilaian SROI.

Menurutnya, PLN telah berhasil melakukan program TJSL Pengembangan Bank Sampah Sekumpul yang telah dilakukan selama 3 tahun tersebut. 

“Setelah kami terjun langsung ke lapangan, dapat disimpulkan nilai dampak sosial yang dilakukan PLN pada program TJSL pengembangan Bank Sampah Sekumpul adalah sebesar 1,28. Artinya, setiap 1 rupiah yang diinvestasikan oleh PLN memberikan dampak atau nilai manfaat sebesar 1,28 rupiah,” jelas  Widi.

Sebagai informasi, program pengembangan bank sampah yang dijalankan PLN UIW Kalselteng ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama tujuan 12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. 

"Kami berharap melalui penilaian SROI ini, program TJSL yang kami lakukan bersama komunitas bank sampah sekumpul dapat menjadi evaluasi untuk terus melakukan perbaikan sehingga menghasilkan dampak yang lebih besar kedepannya," tutup Suhadi. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved