Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sasirangan Ramah Lingkungan dari Kalimantan Selatan Disukai di Berbagai Daerah

Sasirangan motif alam berbahan alami diproduksi di Jalan Sultan Adam, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, disukai di Kalimantan sampai Maluku.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Sandy, owner Kantan Sasirangan dari Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, menunjukkan hasil ecoprint yang memanfaatkan bahan alami, Kamis (25/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kain sasirangan yang merupakan khas dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya menjadi kebanggan urang Banua, tapi juga masyarakat di Tanah Air.

Terbukti, produk kain sasirangan dari Provinsi Kalsel sudah banyak dipasarkan ke berbagai daerah.

Salah satunya, kain sasirangan berlabel Kanta Sasirangan. Produk ini memiliki kekhasan, yaitu bermotif alam karena. Karena memang, menggunakan bahan dari alam.

Diungkapkan Sandy, owner Kantan Sasirangan yang usahanya berlokasi di Jalan Sultan Adam, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, dirinya memproduksi kain sasirangan dengan metode eco print.

Baca juga: Terdampak Naiknya CPO, Harga Minyak Goreng Kemasan Alami Kenaikan

Baca juga: Serikat Penyelenggara Haji Umrah Minta Masyarakat Tunggu Informasi Resmi Pemerintah

"Sasirangan eco print ini saya produksi sejak 2016. Bahannya menggunakan aneka dedaunan yang mudah didapatkan. Ada daun jati, daun lanang, daun jarak, daun kenikir dan bunga serta lainnya, semua memiliki kekhasan masing-masing dalam warna dan motif," rincinya.

Produ Kanta Sasirangan ini telah menarik perhatian banyak pihak dan selama ini sudah sering dipesan dari berbagai daerah antara lain ke pulau Jawa bahkan hingga ke timur, yaitu Maluku.

Harga sasirangam eco print ini dibanderol mulai Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah per lembarnya.

Selain dicetak di kain, metode eco print ini juga dicetak Sandy ke media lain, yaitu kertas, gelas, tas. Namun paling banyak peminat, yaitu media kain menjadi sasirangan.

Baca juga: Tanpa Modal Fulus Perantau Cantik Ini Sukses Bangun Usaha Busana

Baca juga: Harga Sawit Tinggi, Petani Sawit Kalsel Mulai Banyak yang beli mobil

Dengan metode eco print ini, menurur Sandy, tak hanya menonjolkan keunggulan produk tapi juga berperan dalam merecycle alam dengan bahan ramah lingkungan sebagai pengganti bahan kimia.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved