Breaking News:

Muktamar NU 2021

Sembilan Kiai Sepuh Minta Muktamar NU Ditunda Akhir Januari 2022, Surati PBNU

Sembilan kiai sepuh pun berkirim surat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), minta menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 NU hingga akhir Januari 2022

inisiatifnews.com
Banner para ulama NU. Sembilan Kiai Sepuh Minta Muktamar NU Ditunda Akhir Januari 2022, Surati PBNU 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdatul Ulama ( NU) atau Muktamar NU 2021 hingga kini belum ada kejelasan.

Semula Muktamar NU 2021 diagendakan pada 23-25 Desember. Namun, lantaran pemerintah akan memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak di Indonesia mulai 24 Desember 2021- 2 Januari 2022, jadwal muktamar pun dievaluasi lagi.

Mempertimbangkan hal itu, sembilan kiai sepuh pun berkirim surat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka meminta untuk menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 NU hingga akhir Januari 2022.

Penundaan itu diharapkan bertepatan dengan Hari Lahir ( Harlah) NU ke-96.

"Karena itu idealnya Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama dilaksanakan pada akhir Januari 2022 bertepatan dengan Harlah NU ke-96," demikian salah satu butir kesepakatan para kiai sepuh tersebut yang dikutip Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Minta Muktamar NU 2021 ke-34 Lampung Dimajukan, PWNU Kalsel Arahkan Dukungan ke Gus Yahya

Baca juga: Jadwal Muktamar NU 2021 Masih Dibahas, Simak Tiga Skema Pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung

Dilansir dari Kompas.com, surat tersebut terdiri dari dua halaman yang merupakan hasil pertemuan para masyayikh tertanggal 24 November 2021.

Pertama, berbentuk berita acara kesepakatan pertemuan yang ditandatangani oleh 9 kiai sepuh dan kedua berisi penyampaian hasil kesepakatan tersebut yang ditujukan langsung kepada PBNU.

Para kiai sepuh juga meminta muktamar dilangsungkan dalam suasana kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Selain itu, dalam poin musyawarahnya, para kiai juga bermufakat agar Muktamar ke-34 NU dilaksanakan dengan persiapan yang maksimal dan optimal.

Sebanyak sembilan kiai sepuh atau masyayikh yang menandatangani kesepakatan musyawarah ini yaitu Anwar Mansyur dari Jawa Timur, Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tuanku Bagindo H Muhammad Letter dari Sumatera Barat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved