Breaking News:

Berita Banjarmsin

Terpilih Jadi Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel 2022-2026, Ibnu Sina Pastikan Pilih Kader Yang Loyal

H Ibnu Sina yang terpilih sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kalsel 2022-2022 memastikan tidak akan memilih kader yang sempat membelot

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Istimewa
H Ibnu Sina saat mengikuti fit and proper test menjadi calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belum juga resmi dilantik untuk menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel), isu tak sedap menyapa H Ibnu Sina.

Seperti diketahui berdasarkan Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Kalsel pada pertengahan Oktober 2021, muncul dua kandidat yakni sang petahana, Russian dan H Ibnu Sina.

Keduanya pun menjalani tahapan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) pada Senin (15/11/2021) secara virtual dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya dan Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.

DPP Partai Demokrat pun diketahui sudah dipastikan memilih H Ibnu Sina sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel periode 2022-2026. Dan Wali Kota Banjarmasin ini pun sudah mengklaim bahwa dirinya memang yang terpilih untuk menduduki jabatan tersebut.

Terpilih Pimpin DPD Demokrat Kalsel, Ibnu Sina Langsung Fokus Pileg 2024

Uji Kepatutan Bersama AHY, Ini Kata Ibnu Sina Calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel

Namun setelah dinyatakan sebagai calon yang terpilih, H Ibnu Sina dikabarkan akan merangkul kembali kader maupun pengurus yang ikut membelot dan bahkan akan memasukkannya dalam kepengurusan yang akan dipimpinnya.

Seperti diketahui, pada 5 Maret 2021, terjadi konflik internal partai yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. KLB digelar oleh sejumlah pendiri partai dan eks politikus Partai Demokrat. 

Di gelaran KLB, diketahui tidak hanya adanya perubahan pada AD/ART partai saja. Peserta kongres juga memilih Kepala Staf Kepresidenan, yakni Moeldoko sebagai ketua umum baru Partai Demokrat. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyatakan menolak pengesahan kepengurusan Partai Demokrat hasil KLB di Deli Serdang, hingga konflik internal pun mereda.

Dan di Kalsel sendiri, diketahui sebanyak delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang membelot yakni Batola, Tanahbumbu, Kotabaru, Tabalong, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara.

Dikonfirmasi terkait isu akan membawa mereka yang sempat membelot kedalam kepengurusannya ini pun ditepis oleh H Ibnu Sina.

"Kami pastikan arahan dari DPP adalah bahwa tidak mudah untuk merekrut kembali karena dianggap sebagai sebuah makar terhadap partai," ujar Ibnu, Kamis (25/11/2021).

Ibnu pun memastikan bahwa yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kepengurusan setelah dirinya resmi dilantik, adalah kader yang loyal.

MA Tolak Judicial Review AD/ART Partai Demokrat, Yusril : Saya Tak Sependapat

"Kalau misalnya orang-orang lama dan masih loyal tentu akan kita libatkan. Bahkan senior-senior anggota DPRD dan lain-lain kita tanya, kira-kira siapa yang perlu diajak lagi," katanya.

Ditambahkan Ibnu, selain wajah lama yang loyal terhadap partai, dirinya pun mengisyaratkan juga akan masukkan wajah-wajah baru di kepengurusan.

"Ada darah segar juga kita masukkan di kepengurusan yang baru," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved