Breaking News:

Berita Batola

VIDEO Pengrajin Kopiah Rotan di Desa Banua Anyar Batola

jalinan rotan dibuat melingkar hingga membentuk bulatan dan semakin membesar sesuai hitungan, hingga berwujud kopiah.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Tangannya telaten mengenyam bilahan rotan.

Dengan menggunakan jarum, jalinan rotan dibuat melingkar hingga membentuk bulatan dan semakin membesar sesuai hitungan, hingga berwujud kopiah.

Begitulah aktivitas keseharian Saidah (40) mengisi waktu selepas bertani di sawah.

Momen senggang yang biasa menjelang siang hari ini ia manfaatkan untuk menambah penghasilan dengan membuat kerajinan tangan berupa penutup kepala berupa kopiah.

Kopian yang dibuat ibu dua anak ini berbahan ramah lingkungan, yakni rotan yang telah dihaluskan.
Kemudian dianyam sesuai pola, sedikit motif ditambahkan dan pewarna dengan menggunakan wantex.

Baca juga: VIDEO Tiga Jam Diminta Keterangan oleh Jaksa, Kadinkes Banjarmasin Dicecar Enam Pertanyaan

Per hari, Saidah dapat membuat rata-rata empat kopiah.

Per buah ia jual seharga Rp 12 ribu ke pengepul untuk dipasarkan ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.
Seperti ke Kabupaten Tapin, Banjarbaru dan Martapura.

Mengenai kemampuan menganyam kopiah, warga Desa Banua Anyar, Kecamatan Bakumpai ini mengaku belajar dari orangtua.

Ia bahkan sudah bisa membuat kopian ini sejak duduk di kelas 4 SD.

"Sudah sangat lama menggandrungi anyaman seperti ini, namun sampai saat ini masih bertahan," ungkap warga Kelahiran Margasari ini.

Ia pun menambahkan, pembuatan kopiah macan ini terbilang mudah.

Namun cukup memakan waktu pada saat meraut bilahan rotan dengan kaleng bekas yang dilubangi, hingga sesuai ukuran yang dikehendaki.

Mengenai bahan mentah kopiah rotan, Saidah biasanya membeli dari pabrik pengolahan yang ada di Banjarmasin.

Harga per kilo berkisar antara Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu.

Meski cukup menjanjikan dalam menjalankan usaha kerajinan tangan ini, Saidah masih belum maksimal dalam pemasaran.

Baca juga: VIDEO DPRD Tala Kembali Gelar RDP Pelepasan Jalan Menuju Tebingsiring

Hal ini berkenaan dengan ia yang belum menguasai bermedia sosial masa kini.

Maka dari itu, ia hanya mengandalkan penjualan berdasarkan pengepul yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.

Di samping itu, ia juga masih belum bisa memproduksi lebih banyak dalam pembuatan.

Karena warga yang memiliki keterampilan masih terbatas.

Ia pun juga sudah mengajak para ibu yang mau bergabung untuk mengambangkan usaha ini, terutama dalam hal menambah penghasilan di samping bekerja sebagai petani dan pekebun.

"Harapan ke depannya semoga ada yang memfasilitasi untuk pemasaran dan mengadakan pelatihan ini, sehingga warga juga bisa menambah penghasilan dan bisa membuat kopiah lebih banyak lagi," harap Saidah.

Terkait keinginan Saidah yang masih menjalankan usaha perorangan ini, Kepala Desa Banua Anyar, Hairani turut mengupayakannya.

"Kita akan coba kembangkan melalui Bandan Usaha Milik Desa (Bumdes), baik itu mengenai permodalan maupun pemasaran," ucap Hairani.

Sejalan dengan kehendak Saidah dalam pengembangan usaha ini, Hairani pun berharap kopiah rotan bisa menjadi produk unggulan desanya dalam berkarya dan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi warga.

(banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri))

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved