Breaking News:

Berita Banjarmasin

100 Siswa dan Guru Bawakan Tari Tradisi Peringati Hari Guru Nasional dan Korpri di Banjarmasin

Lebih 100 siswa SMA di Kota Banjarmasin mengikuti Tari yang digelar UPTD Taman Budaya Kalsel dalam syuting di halaman Gedung Susu Banjarmasin.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Syuting pembuatan video Tari Tradisi Peringati Hari Guru dan Korpri oleh Taman Budaya Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lebih 100 siswa SMA di Kota Banjarmasin mengikuti Tari yang digelar UPTD Taman Budaya Kalsel dalam syuting di halaman Gedung Susu Banjarmasin, Jumat (26/11/2021).

"Tari tradisi kolosal ini melibatkan pelajar dan guru seni budaya SMA se-Kota Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Korpri," papar Suharyanti, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Jumat.

Ditambahkannya, tema garapan tari tadi masih dalam ruang lingkup bagaimana seorang guru benar-benar memberikan ilmu sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

"Kami juga menyisipkan Gubenur Kalsel yang tahun sebelumnya mendapat penghargaan dalam memajukan pendidikan di Kalsel," tandasnya.

Baca juga: PDAM Bandarmasih Pastikan Perbaiki Trotoar Pascapenanganan Pipa Bocor Jalan A Yani Km2 Banjarmasin

Baca juga: Program RT Mandiri Banjarbaru Direalisasikan 2022, Tiap RT Dapat Bantuan Rp75 Juta, Ini Tujuannya

Baca juga: Lion Air Kembali Buka Penerbangan Langsung ke Bali, Tiket Rp 600 Ribu

Rencananya, garapan tari ini akan tayang di kanal youtube Taman Budaya Provinsi Kalsel, Senin (29/11/2021).

Terpisah, penggarap koreo Tari, Dhini Maulidya didampingi Lukman dari guru SMAN 8 Banjarmasin dan Fiqri (guru SMAN 7 Banjarmasin) mengatakan, inti tari kolosal ini untuk memberikan informasi keanak-anak bahwa guru itu sebagai pelita.

"Jadi tema konsep Tari ini kami beri judul Pelita Sanubari. Garapan tari ini memerlukan waktu sebulan," papar Dhea, panggilan akrabnya.

Ditambahkan guru SMAN 5 Banjarmasin ini, faktor kesulitan dalam penggarapan karena generasi sekarang ini sulit mencintai kesenian tradisi akibat pengaruh budaya asing.

"Melalui kegiatan ini kita mengenalkan kesenian tradisi itu menyenangkan. Alhamdulilah, siswa menyukainya dan saat latihan yang tadinya hanya beberapa kali malah minta berlatih tiap hari," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved