Breaking News:

Berita Banjarmasin

Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin Terkendala ini

pipa PDAM Bandarmasih dengan diameter 630 cm di kawasan Jalan A Yani Km 2 ini mengalami kebocoran pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 20.30 Wita

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Eka Dinayanti
Humas PDAM Bandarmasih
Petugas PDAM Bandarmasih sedang melakukan penanganan pipa bocor di kawasan Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Upaya PDAM Bandarmasih dalam melakukan perbaikan kebocoran pipa di kawasan Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin (dekat Fave Hotel) rupanya tak berjalan mulus.

Seperti diketahui pipa PDAM Bandarmasih dengan diameter 630 cm di kawasan Jalan A Yani Km 2 ini mengalami kebocoran pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 20.30 Wita.

Akibat kebocoran pipa untuk distribusi ke pelanggan di wilayah Banjarmasin Barat tersebut, air pun sampai meluap hingga menggenang jalan di kawasan tersebut.

PDAM Bandarmasih pun langsung menurunkan tim untuk melakukan penanganan, sejak tadi malam juga.

Namun hingga hari ini Jumat (26/11/2021) pagi, proses perbaikan masih belum bisa rampung karena petugas mengalami beberapa kendala.

Baca juga: Pipa PDAM Bandarmasih Bocor di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin, Distribusi Terganggu

Baca juga: Barang Dugaan Pelanggaran Pada Tahapan Pemilu, Pilkada dan PSU Dibakar Bawaslu Banjarmasin

"Cukup banyak kendala, salah satu kendalanya adalah adanya batu gunung saat dilakukan penggalian," ujar Abdurrahman selaku Supervisor Gangguan 1 (Banjarmasin Timur dan Selatan) PDAM Bandarmasih.

Selain adanya batu gunung, Abdurrahman juga menjelaskan bahwa yang menjadi kendala adalah kebocoran pipa tidak hanya terjadi pada satu titik.

"Setelah dicek di lapangan ternyata ada dua titik. Jadi penggalian pun menjadi lebih memanjang, yang awalnya estimasi kita hanya sekitar dua meter menjadi sekitar empat meter," katanya.

Cuaca yang saat ini masih hujan bahkan sejak tadi malam diakui Abdurrahman juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi.

"Karena untuk menggali, kita juga menggunakan alat yang menggunakan listrik seperti jack hammer. Jadi cukup terkendala juga," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved