Breaking News:

Berita Tapin

VIDEO Pria Tapin Diringkus Cabuli Bocah 7 Tahun Tetangganya Sendiri, Imingi Korban Permen

pria berinisial S (52) di Tapin diamankan polisi setelah dilaporkan mencabuli bocah 7 tahun yang tetangganya sendiri

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Satuan reserse kriminal (Satreskrim) unit PPA Polres Tapin berhasil mengamankan pria berinisial S (52), tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial I (7). Jumat, (26/11/2021).

Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Iksan Prananto kepada Banjarmasinpost.co.id mengatakan penangkapan terhadap tersangka S karena telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

"Aksi pencabulan terjadi pada Senin, 2 November 2021, tepatnya pukul 20.30 wita di rumahnya," jelasnya.

AKP Iksan mengatakan pencabulan berawal dari saat itu Korban dijanjikan dibelikan jajan berupa permen dan makanan.

"Korban kemudian dibawa tersangka ke dalam kamar rumahnya. Saat di dalam kamar, korban dipinjami handphone milik tersangka untuk mendengarkan musik," jelasnya.

Iksan mengatakan saat korban asyik mendengarkan musik, tersangka langsung menyetubuhi korban.

"Usai melampiaskan nafsu bejatnya, korban disuruh kembali kerumahnya. Saat korban sampai di rumahnya, timbul kecurigaan dari orang tua korban karena ada bekas sperma di tubuh korban," jelasnya.

Ia mengatakan hubungan antara korban dan tersangka merupakan tetangga.

"Berdasarkan keterangan dari tersangka, aksi bejat ini baru satu kali terjadi dan motifnya adalah tersangka memiliki birahi seks yang tinggi ditambah gelap mata dan melakukan aksi tersebut," lanjutnya.

Ia mengatakan untuk TKP tepatnya di Kecamatan Tapin, Desa Suato Tatakan, Kabupaten Tapin.

"Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Tapin bersama barang bukti dan atas tindakannya, tersangka dikenakan pasal 81 ayat 2 perpu nomor 1 tahun 2016 juto Undang-undang nomor 17 Tahun 2016 Sub pasal 82 ayat 1 Perpu nomor 1 Tahun 2016 junto Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 junto pasal 76 e Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," jelasnya.

Ia mengatakan, tersangka diamankan dikediamannya tanpa ada perlawanan dan saat ini sedang diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved