Breaking News:

Berita Banjarmasin

Galeri Produk Kerajinan Lahan Basah ULM Wahana Promosi Produk Kerajinan UMKM Daerah

kerjasama antara kelompok UMKM kerajinan dengan akademisi untuk menciptakan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Wahyu untuk Banjarmasin Post
pengrajin UMKM warga Desa Pulantani Kecamatan Haur Gading, Hulu Sungai Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat melakukan kegiatan pelatihan manajemen kewirausahaan UMKM kerajinan Melalui Galeri Produk Kerajinan Lahan Basah di pondok Ekowisata Swargaloka Desa Pulantani Kecamatan Haur Gading, Hulu Sungai Utara.

Adanya pelatihan bermula dari permasalahan berlimpahnya hasil produk kerajinan dan masih rendahnya pemasaran produk kerajinan yang menyebabkan murahnya harga produk kerajinan serta perlunya promosi untuk menjadikan produk kerajinan sebagai branding wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Rata-rata harga penjualan dari produk kerajinan seperti bakul purun sekitar Rp 3.000, per unit. Adanya desain produk yang lebih menarik dan kekinian, akan meningkat menjadi Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per produk kerajinan,” kata Iwan, Sekretaris Desa Pulantani, Sabtu (27/11/2021).

Diakui dia, permasalahan utama dialami pengrajin selama ini tentang pemasaran, ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang berarti tidak ada pameran yang biasanya dilakukan untuk promosi produk kerajinan.

Padahal selama ini, Kecamatan Haur Gading memiliki karakteristik tradisi dan budaya sebagai wilayah pengrajin dan penghasil kerajinan purun.

Baca juga: Rumah Ambruk di Kelayan A Banjarmasin, Penghuni Rumah Mendengar Suara Tidak Biasa di Bagian Pondasi

Baca juga: Rumah Roboh di Jalan Kelayan A Banjarmasin, BPBD Duga karena Abrasi

Kondisi alamnya yang sebagian besar ditutupi oleh lahan rawa merupakan faktor pendukung sebagai potensi kawasan wisata alam.

"Tanaman purun merupakan bahan dasar bagi perempuan pengrajin Desa Pulantani dalam membuat produk anyaman Purun. Kerajinan yang sebelumnya hanya membuat tikar dan bakul purun kini telah berkembang menjadi produk kreatif seperti tas, dompet, gantungan kunci, sendal hotel dan lainnya," papar Iwan.

Untuk kerajinan anyaman purun itu sendiri, lanjut dia, telah terbangun dan berkembang kelompok kerajinan.

Karena menganyam purun merupakan kegiatan mayoritas perempuan di Kecamatan Haur Gading dan perempuan pengrajin ini berupaya untuk menjaga kearifan lokal desa di bidang Kerajinan.

Ketua tim pengabdian LPPM ULM, H Hairudinor mengatakan melalui kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman masyakat terhadap pengetahuan dan wawasan serta peluang kerjasama antara kelompok UMKM kerajinan dengan akademisi untuk menciptakan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved