Breaking News:

Bumi Murakata

Pantau Dampak Banjir dan Longsor di Hulu Meratus, Bupati HST Minta Dinas PUPR Normalisasi Sungai

Bupati H Aulia Oktafiandi pantau bencana longsor dan dampak banjir di Desa Datarajab, Dusun Rantau Parupuk, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, Kalsel.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
PROKOPIM PEMKAB HST
Bupati H Aulia Oktafiandi saat memantau kondisi jalan yang longsor di salah satu titik jalan di Desa Datarajab, Dusun Rantau Parupuk, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebelum Barabai kembali dilanda banjir untuk kali ketiga pada hari ini, Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi memantau lokasi longsor dan pasca banjir.

Turut mendamping, Plt Kepala Dinas PUPR Sahidin dan Camat Hantakan.

Bupati HST H Aulia Oktafiandi melakukan pemantauan sejumlah titik tanah longsor dan pasca banjir yang menerjang  kawasan pemukiman di wilayah hulu kawasan Pegunungan Meratus.

Pemantauan dilakukan di aliran sungai di Desa Datar Ajab, Dusun Rantau Parupuk dan Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, Kamis (25/11/2021).

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, melalui press rilisnya, Sabtu (27/11/2021), menjelaskan, kunjungan Bupati HST H Aulia Oktafiandi ke wilayah hulu Meratus di Kecamatan Hantakan tersebut  untuk melihat langsung dan memastikan warga terdampak tertangani dengan baik.

Bupati H Aulia Oktafiandi juga memantau kondisi sungai di Rantau Parupuk, Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/11/2021).
Bupati H Aulia Oktafiandi juga memantau kondisi sungai di Rantau Parupuk, Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/11/2021). (PROKOPIM PEMKAB HST)

Bupati HST H Aulia Oktafiandi juga melihat langsung titik lokasi tanah longsor pasca hujan deras 19 November 2021, supaya cepat ditangani.

Dijelaskan, penyebab utama banjir selain tingginya curah hujan, juga karena terjadi sedimentasi di Sungai Desa Datar Ajab, Dusun Rantau Parupuk dan Pantai Mangkiling.

Dampaknya, saat diguyur hujan dengan debit air yang tinggi, luapan air masuk ke perkampungan.

Untuk itu, Bupati HST H Aulia Oktafiandi meminta Dinas PUPR segera melakukan pengerukan di sepanjang sungai yang berpotensi mengakibatkan banjir tersebut.

"Selain itu, kami hendak memastikan penyebabnya di hulu, sehingga tidak terjadi proses sedimentasi lagi yang menyebabkan banjir," kata Bupati.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved