Breaking News:

Berita Banjarmasin

Teater Himasindo FKIP ULM, Pentaskan Naskah Bertema Perempuan, Angkat Isu Feminisme

Teater Himasindo FKIP ULM berencana menyelenggarakan sajian Teater dengan mengusung konsep Feminisme

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
Teater Himasindo FKIP ULM untuk Bpost
Teater Himasindo FKIP ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Feminisme adalah konsep kesetaraan gender yang masih terus digaungkan hingga saat ini.

Ide besar feminisme adalah memberikan hak dan perlakuan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai hal.

Berdasarkan hal itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Himasindo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berencana menyelenggarakan sajian Teater dengan mengusung konsep Feminisme.

Digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan jumlah penonton, pagelaran ini akan dilangsungkan di Aula ULM pada Jumat (3/12/2021) mendatang.

Baca juga: Covid-19 Melandai, Permintaan PCR di Tirta Medical Centre Banjarmasin Turun Drastis

Baca juga: Rumah Ambruk di Jalan Kelayan A Banjarmasin, Begini Analisis Ketua Intakindo Kalsel

Pimpinan produksi Pementasan, Rizki Akbari mengatakan, melalui pementasan teater ini pihaknya ingin mengajak penonton untuk sama-sama bersikap adil, dalam menilai sesuatu yang berkaitan dengan perempuan.

"Ambil contoh seperti isu Pelakor, dalam label itu ada kesan bahwa pelakor adalah perempuan aktif dan agresif dalam mencuri suami orang. Padahal, hubungan keduanya adalah perselingkuhan, namun hanya pihak perempuan yang distigmatisasi negatif. Stigma ini menempatkan perempuan dalam posisi yang salah dan bertanggung jawab," katanya. Minggu (28/11/2021)

Rizki berharap, setelah menyaksikan pementasan tersebut para penonton bisa lebih peka dan melihat sisi lain persoalan-persoalan yang ada di sekitar, terutama yang menyangkut tentang perempuan.

"Konsepnya sendiri lebih kepada bagaimana seseorang melihat dan memahami perempuan dari sudut pandang berbeda. Intinya kami ingin menghadirkan bahan renungan bagi penonton, bahwa jangan memandang perempuan sebelah mata, walaupun perempuan itu terkadang ribet dan sulit untuk dipahami," kata Pimpinan Produksi, Rizki Akbari.

Mengusung judul 'Perempuan Untuk Perempuanku', karya tersebut dipoles oleh Alfin Wahyudi Rahman selaku sutradara.

Menurut Alfin, pementasan itu nantinya akan menghadirkan berbagai macam persoalan dilematis yang kerap menjadi momok bagi perempuan.

Baca juga: Korban Mobil Tercebur di Sungai Gunungraja Bukan Satu Keluarga, Salah Satunya Pejabat Pemkab Tala

Baca juga: Hujan Deras Mengguyur HST, Warga Kembali Waswas Kota Barabai Terendam Lagi

"Berbagai macam persoalan emosional akan terangkum dalam sajian kami nanti, mulai dari cinta, amarah, kehilangan, kasih sayang terhadap keluarga, sampai balas dendam akan kami hadirkan," kata Mahasiswa Semester 5 Prodi pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Himasindo FKIP ULM Ade Agustiawan mengatakan, pementasan ini merupakan satu diantara pembelajaran bagi anggota muda dalam menyajikan suatu proses kreatif.

"Sebenarnya, ada dua hal yang ingin kami capai pada pementasan kali ini. Pertama bagaimana kami menghadirkan hiburan sekaligus renungan bagi penonton. Kedua, ini merupakan proses pembelajaran bagi anggota muda, tentang bagaimana cara mengelola suatu pementasan beserta hal-hal detil yang ada didalamnya. Oleh sebab itu, proses ini kami namakan Studi Pentas," kata mahasiswa semester 7 Teknologi Pendidikan FKIP ULM itu.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved