Breaking News:

Wisata Religi di Martapura

Wisata Religi Kalsel, Pembaharu Kurikulum Belajar Santri Ponpes Darussalam Martapura

Wisata Religi Kalsel. Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar menyusun kurikulum modern di Ponpes Darussalam Martapura, tingkatan awwaliah, wustho dan ulya.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Wisata Religi Kalsel. Foto Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar dan putranya dipasang pengelola kubah untuk mengenang agar generasi muda mengetahui perjuangannya sebagai ulama besar dan pembaharu sistem belajar di madrasah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wisata Religi Kalsel. Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar dikenal sebagai mujadid atau pembaharu sistem belajar mengajar.

Sejak dipilih sebagai pimpinan ketiga pada Ponpes Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar menerapkan pembelajaran sistem kelas. 

Dulunya, Ponpes Darussalam Martapura masih klasik, sistem halaqah, semua usia dan semua tingkatan sama belajarnya. 

Setelah dipimpin KH Kasyful Anwar, model pembelajaran berjenjang, dari awwaliah, wustho dan ulya.

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Awal Bulan Selalu Ramai Jemaah di Kubah Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Orangtua Wafat Saat Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar di Makkah

Baca juga: Wisata Religi Kalsel - Dibimbing Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar, Keponakan Pun Jadi Ulama

KH Kasyful Anwar memimpin Pondok Pesantren Darussalam Martapura sejak 1922 hingga 1940. Cukup banyak karya tulis KH Kasyful Anwar sebagai buku ajar santri kala itu. 

Kini, kitab itu masih dapat ditemukan karena diperbanyak oleh kerabat. Masih menjadi kitab kurikulum atau rujukan belajar santri di Ponpes Darussalam Martapura dan pesantren lainnya. 

Peranan KH Kasyful Anwar yang dekat dengan kalangan pengusaha permata dan kalangan pengusaha perkebunan kala di Martapura, mampu menghimpun donasi atau wakaf hingga membeli rumah milik Tionghoa. 

Lahan rumah itu yang saat ini berdiri bangunan Ponpes Darussalam Martapura di bantaran Sungai Martapura.

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Syekh KH Kasyful Anwar Belajar Bahasa Arab dari Zuriah Datu Kalampayan

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Kebaikan Warga di Kawasan Makam Guru Zuhdi Membekas pada Peziarah

Anda bisa simak video wisata religi dari link ini: https://www.youtube.com/watch?v=9myGE1i4B_I

Pada 1911, di zaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda, tidak semua orang dapat bebas membangun rumah di bantaran sungai. 

Izin itu hanya khusus kalangan Tionghoa karena memiliki dermaga tambat dan pegawai atau pekerja kepercayaan Belanda dan pengusaha yang berbisnis dengan Belanda.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved