Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Festival Antasari, Petani Kabupaten Batola Kalsel Dapat Alat Pemantau Cuaca

Kelompok Tani Tunggak Semi dari Desa Danau Karya Kabupaten Batola menerima bantuan program sosial dari Bank Indonenesia berupa alat pemantau cuaca.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Pembukaan Festival Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini (Antasari) di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (29/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia Kalimantan Selatan menggelar Festival Antasari atau Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini, Senin (29/11/2021).

Acara ini dihadiri Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, Kepala KPw BI Kalsel Amanlison Sembiring, Bupati/Wali Kota se-provinsi.

Dalam rangkaian acara Festival Antasari dikukuhkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), tersebar di 13 daerah di Provinsi Kalsel. 

Kegiatan diisi dengan Pengukuhan TP2DD di Kalsel, serta webinar mengenai sistem pembayaran terkini dan webinar dan webinar dengan topik Memberdayakan UKM dengan Platform Digital di Era Pandemi. 

Dalam rangkaian acara juga dilaksanakan Penyusunan rencana kerja TP2DD sampai 2025.

Baca juga: Tanah Longsor Kalsel - 32 Rumah di Maradapan Kotabaru Rusak Parah, Warga Dievakuasi ke Kantor Desa

Baca juga: Banjir Kalsel 2021 - Sekdaprov Roy Pertimbangkan Kenaikan Status Darurat, Ini Data Bencana

"Pemerintah diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem digital Indonesia dan daerah," ungkap Amanlison. 

Ia pun menambahkan, berbicara lebih jauh mengenai digitalisasi, juga terjadi pada sektor pendapatan dan belanja Pemerintah, yang menangkap peluang pola pergeseran masyarakat.

Kemudian, Amanlison berharap, TP2DD menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong ekonomi digital supply demand maupun supply demand.

Sementara itu, Kelompok Tani Tunggak Semi, Desa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), menerima bantuan program sosial dari Bank Indonesia. 

Dituturkan M Sugiannor, bantuan yang diterima berupa peralatan pemantau cuaca, suhu dan tanah yang membantu aktivitas pertanian.

Baca juga: Dijadwalkan Tes SKB Mulai Besok, Peserta CPNS Batola Ini Pelajari Kisi-kisi Tahun Lalu

Baca juga: Penyelidikan Dugaan Pidana Iuran HKN 2021, Kejari Banjarmasin Singgung Soal Pencucian Uang

"Alhamdulilah dapat fasilitas alat ini, dan akan kita pasang di lahan pertanian," ungkap warga Kabupaten Batola tersebut.

Dengan adanya alat ini, ia bersama petani lain di kelompoknya dapat memprediksi dan mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk dan lainnya. 

Sehingga, berdampak pada minimalnya gagal panen atau kendala dalam lancarnya pertanian dari gangguan iklim. 

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved