Breaking News:

Berita Banjarmasin

Jajaran BPBD Banjarmasin Waspada Jika Banjir Terjadi di 2 Kabupaten Tetangga

Jajaran BPBD Kota Banjarmasin waspada kalau daerah perbatasan mengalami kebanjiran, seperti di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
Camat Murung Pudak
Kondisi di Pangkalan Pamasiran, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, langganan banjir, Senin (29/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bencana banjir kembali terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong

Bencana banjir di kawasan itu menjadi alarm, bahkan juga ancaman, bagi warga Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Mengingat, banjir parah telah melanda Kota Banjarmasin dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2021.

Meskipun demikian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji,  menerangkan, saat ini kota berjuluk Kota Seribu Sungai ini masih dalam kondisi aman.

"Memang sejak kemarin sudah ada beberapa kabupaten yang banjir. Namun untuk Banjarmasin, masih aman," ujarnya, Senin (29/11/2021) siang.

Baca juga: Terdampak Banjir, Puluhan Hektar Kebun Warga di Kecamatan Tebingtinggi Balangan Alami Kerusakan 

Baca juga: Sebanyak 19.171 Pelanggan Listrik PLN Terdampak Banjir di Kabupaten HSS, HST dan Balangan Kalsel

Dibeberkan Fahruraji, hal yang perlu diwaspadai terkait banjir kiriman ini adalah bila sudah terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin.

"Kita perlu waspada kalau daerah perbatasan mengalami kebanjiran, seperti Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut. Memang, tadi malam di daerah Pengaron Kabupaten Banjar debit air sungainya mengalami peningkatan. Tapi untuk debit air di Sungai Martapura wilayah Kota Banjarmasin masih aman saja," jelasnya.

Meskipun masih aman, Fahruraji menegaskan, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya melonggarkan pengawasan terhadap ketinggian air.

Supaya, tetap bisa mendeteksi sedini mungkin atas risiko terjadinya banjir di Banjarmasin.

Pasalnya, data yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk yang terjadi saat ini bakal bertahan hingga pergantian tahun nanti.

Baca juga: Banjir Tabalong, Debit Air Sungai Tabalong Terus Meningkat, Sejumlah Lokasi Sudah Terdampak Banjir

Baca juga: Banjir Kalsel - Warga HST Masih Tinggal di Pengungsian, Kota Barabai Masih Terisolasi

"Curah hujan akan terus meningkat. Hal yang dikhawatirkan, kondisi cuaca di bulan Desember 2021, Januari sampai Februari 2022 . Karena rilis BMKG, akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas yang tinggi di tiga bulan itu," urai dia.

Karena itu, pihaknya sudah mengaktifkan posko induk di Markas BPBD Banjarmasin sebagai langkah awal dalam upaya penanggulangan banjir

"Tadi malam kami dirikan tenda yang jadi Posko Induk BPBD untuk memudahkan komunikasi dan pengawasan kebencanaan yang bersiaga 24 jam. Tapi kalau situasinya memang bertambah parah (peningkatan status kebencanaan), maka tidak menutup kemungkinan akan mendirikan pos di setiap kecamatan, sebagai langkah antisipasi. Tentunya dengan melibatkan beberapa pihak," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved