Breaking News:

Banjir Kalsel 2021

Kades Astambul Kota Inventarisir Potensi Warga Terdampak Banjir

Kepala Desa Astambul Kota, Sapuani, menginventaris potensi dampak banjir yang bakal dialami warganya yang tinggal di bantaran sungai

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Sapuani, Kepala Desa Astambul Kota 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kepala Desa Astambul Kota, Sapuani, menginventaris potensi dampak banjir yang bakal dialami warganya yang tinggal di bantaran sungai.

Kendati baru terpilih selaku Kepala Desa Astambul Kota, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada awal Juli 2021 atau sekitar empat bulan ini.

Sapuani tak ingin pengalaman pahit yang dialami terulang lagi di masa memimpin Desa Astambul Kota. Sebagian besar warga Desa Astambul Kota mengungsi pada awal Januari 2021 lalu.

"Saya menjaga posko bantuan sembako dan jaga kampung saja. Sempat mengungsi juga," ceritanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Tak Lagi Seramai Dulu, Rencana JPO di Km 34 Tuai Reaksi Ketua Fraksi Kesan DPRD Banjarbaru

Baca juga: Kebakaran di Kalsel : Gara-Gara Korsleting, Tiga Rumah di Desa Panggandingan HSS Terbakar

Luapan air Sungai Martapura, mulai menggenangi sebagian halaman dan kolong rumah warga Desa Astambul Kota di bantaran Sungai Martapura dan Sungai Tuan.

Mengatasi hal itu, upaya pertama yang dilakukan Sapuani melakukan pendataan terhadap tempat tinggal warganya yang berpotensi menjadi korban luapan air Sungai.

"Apabila memungkinkan, kami melakukan evakuasi dan menerbitkan surat tanggap bencana banjir," katanya.

Sapuani tak ingin terulang, sebagian warga tak terdata saat mengungsi sehingga tidak sedikit yang tidak menerima bantuan.

"Pentingnya data korban terdampak banjir, apalagi sempat mengungsi di lokasi desa tetangga, bahkan kemarin ada yang mengungsi di Stadion Demang Lehman dan Kota Banjarbaru," ujarnya.

Peristiwa banjir membuat trauma dan kewaspadaan tinggi bagi aparat Pemerintah Desa Astambul Kota.

Kondisi putusnya akses penghubung antardesa di Desa Jatibaru sedikit banyak menganggu aktivitas warga Desa Astambul Kota yang ingin menuju Desa Jatibaru.

Sementara di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Mahrani Ahmad mengaku halaman rumah orangtuanya terendam luapan Sungai Martapura.

Namun, aktivitas kegiatan masyarakat masih aman dan lancar, termasuk kegiatan usaha produksi kerupuk Mahrani Ahmad yang terkenal dan berlabel Kerupuk Mayahabang.

(banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved