Breaking News:

Berita Banjarbaru

Orangtua Siswa SLB C Pembina Kalsel Keluhkan Beli Seragam dan Sumbangan untuk Hari Disabilitas

Orangtua siswa SLB C Negeri Pembina Provnsi Kalsel keluhkan bayar Rp 380 ribu untuk beli seragam. Kepala sekolah sebut karena tidak ada lagi bantuan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
sekolah.data.kemdikbud.go.id
Sekolah SLB C Negeri Pembina di Jalan A Yani Km 20, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Orangtua siswa SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan diminta membeli seragam sasirangan dan olahraga Rp 380 ribu.

Padahal dulu, tiap anak mendapatkan uang, exstra fooding, baju, tas, buku dan sepatu gratis.

Selain itu, orangtua juga mengeluhkan permintaan sumbangan berupa makanan untuk peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang akan diperingati SLB Pembina yang lokasinya di Kota Banjarbaru ini.

Seorang wali murid yang namanya enggan dikorankan, mengatakan, banyak yang keberatan. "Baru kali ini, jadi banyak yang keberatan, apalagi di masa pandemi," katanya. 

Dalam edaran dari sekolah, permintaan sumbangan makanan atau konsumsi misalnya sate, bakso, mi goreng yang dikumpulkan berjenjang setiap kelas 60 porsi.

Baca juga: Toleransi Tak Bermasker Bagi Siswa Autis dan Tuna Daksa pada PTM di SLB C Pembina Kalsel

Dikonfirmasi ke Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina, Rosita Sari, Senin (29/11/2021), dikatakan, sudah dua tahun ini tak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yakni program Bantuan Belajar (Banbel).

Bantuan Belajar tersebut, ujar Rosita, sebelumnya digunakan untuk membeli seragam, tas, sepatu dan lainnya.

"Sejak pandemi, sudah tidak ada lagi bantuannya, sehingga kami tidak bisa lagi memberikan perlengkapan sekolah ke anak didik," ujarnya.

Menurut Rosita, seharusnya tanpa Banbel, orangtua tetap ikhlas menyekolahkan anaknya.

"Kami sudah beberapa kali rapat dengan orangtua siswa bahwa tidak ada lagi mendapatkan bantuan belajar untuk membeli kelengkapan sekolah anak. Sehingga, dari tahun kemarin siswa harus beli sendiri," jelasnya.

Baca juga: Setelah Bayar Tunggakan Rp 70 Juta, Listrik di Kantor Disdik Kalsel dan 3 Sekolah Normal Lagi

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved