Breaking News:

Berita Balangan

Tanah Longsor Kalsel : Akses Jalan Terhalang, Warga Desa Kambiyain Balangan Keluar Desa Jalan Kaki

Dua hari sudah, warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan harus merasakan dampak dari bencana banjir dan tanah longsor

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebingtinggi, Balangan membawa barang saat melintas pada jembatan yang sedang dibangun di Desa Kambiyain, Senin (29/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Dua hari sudah, warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan harus merasakan dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Balangan. 

Kali ini, akibat dari banjir yang terjadi sangat dirasakan oleh warga. Pasalnya, jembatan penghubung jalan menuju keluar desa dari permukiman penduduk terputus. 

Saat hujan deras yang terjadi di wilayah Balangan, Sabtu (28/11/2021) kemarin, terpaan air sungai menghantam jembatan penghubung di desa. Akibatnya, jembatan tersebut putus dan permukiman warga pun terisolir. 

Bukan hanya akses jalan yang terputus, kini warga Desa Kambiyain pun tidak dapat menikmati listrik, karena ada lima tiang listrik yang rubuh di desa. 

Baca juga: Tanah Longsor Kalsel : Bangunan Sekolah di Maradapan Kotabaru Turut Terdampak

Baca juga: Tanah Longsor Kalsel - 32 Rumah di Maradapan Kotabaru Rusak Parah, Warga Dievakuasi ke Kantor Desa

Sejak musibah tersebut, aktifitas kendaraan roda dua pun tidak lagi bisa masuk ke pemukiman. Apalagi ada beberapa jalan yang tertutup akibat jalan longsor. 

Para pelajar yang tinggal di Desa Kambiyain juga terdampak. Mereka yang sebelumnya berangkat sekolah menggunakan kendaraan roda dua, sekarang harus berjalan kaki.

Kemudian, demi mempermudah kegiatan sekolah, para pelajar pun harus menyewa kos di dekat sekolah, yakni di Desa Sungsum, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan. 

Beberapa warga Desa Kambiyain terlihat melintas menuju luar desa. Mereka membawa barang-barang yang rupanya akan digunakan untuk di kos, Senin (29/11/2021).

Lamsi, misalnya, warga Desa Kambiyain, RT 1 ini terpaksa harus mencarikan kos-kosan untuk anaknya agar lebih mudah ke sekolah.

"Kalau kondisi jalan seperti ini, kasian anak yang sekolah. Mereka jauh berjalan kaki. Jadi kami carikan kos-kosan di dekat sekolah," ucap Lamsi. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved