Breaking News:

Berita Kesehatan

Temukan Obat Luka Mulut dari Membran Telur, Dokter Gigi Kalsel Raih Penghargaan UGM hingga Kemenkes

aget, tak menyangka, itulah yang pertama kali ada di benak Muhammad Hirzi Nugraha (27), dokter gigi di Puskesmas Kelumpang

Penulis: Noor Masrida | Editor: Hari Widodo
istimewa
Drg Muhammad Hirzi Nugraha Terima Penghargaan Alumni UGM Berprestasi dan Penghargaan IHHA 2021 dari Kemenkes RI 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kaget, tak menyangka, itulah yang pertama kali ada di benak Muhammad Hirzi Nugraha (27), dokter gigi di Puskesmas Kelumpang Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalsel kala ia dipanggil ke Jogjakarta. 

Betapa tidak, ia mendapatkan penghargaan dari kampusnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Alumnus berprestasi. 

Sebagai pertimbangan, ada beberapa kategori bagi alumni penerima penghargaan ini yakni pengabdian di Daerah 3 T (Terpencil, Terluar, Tertinggal), Alumni Kewirausahaan, Kebudayaan, hingga peneliti terbaik yang dikhususkan untuk Alumni Universitas Gadjah Mada berprestasi. 

"Saya mendapatkan penghargaan lewat kategori pengabdian di daerah 3 T ini, yakni di Puskesmas Kelumpang, HSS," terang Hirzi. 

Baca juga: Mengenal Molnupiravir, Obat Oral yang Diusulkan untuk Obat Covid-19 dari Merck Amerika Serikat

Baca juga: Ragam Khasiat Temulawak, Atasi Obesitas, Kolesterol hingga Sembuhkan Diabetes

Baca juga: Madu Berkhasiat Mampu Sembuhkan Penyakit Asma, Simak Manfaat Lain Cairan Dihasilkan Lebah

Tak berhenti di sana, di pertengahan November 202 ini, ia kembali mendapatkan penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan Indonesia lewat ajang IHHA 2021.

Ajang IHHA atau Indonesia Healthcare Innovation Award 2021 merupakan kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Kemenkes RI sebagai wadah untuk menampung inovasi dan karya terbaru di bidang kesehatan. 

Ada sejumlah kategori yang dilombakan yakni Germas (Gerakan Masyarakat), Sistem Penanganan Gawatdarurat Terpadu, Alkes(Alat Kesehatan), Mutu Pelayanan Kesehatan, dan IT kesehatan. 

Kompetisi ini diikuti Hirzi dengan pertimbangan yang matang. Pun juga dengan kategori yang ia ikuti. 

"Kalau Germas ini kan banyak pihak yang dilibatkan, ada sponsornya juga, dari pemerintah bahkan ada yang ikut maju, sementara saya ini mandiri, nggak ada yang sponsorin, makanya pilih kategori yang alat kesehatan ini," bebernya. 

Meski demikian, dikatakan Hirzi, kategori ini juga cukup berat saingannya. Mulai dari penemu Genose, alat pendeteksi covid -19, hingga dokter yang membuat inovasi rapid test. Tak cuma perorangan, bahkan dokter yang mewakili perusahaan farmasi ternama juga menjadi peserta di kategori ini. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved