Breaking News:

Berita Banjarmasin

Besok Hari AIDS Sedunia 2021, Angka Kasus HIV-AIDS di Banjarmasin Meningkat

Hari AIDS Sedunia 2021 diperingati besok. Jumlah HIV/AIDS di Banjarmasin meningkat

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
THINKSTOCK.COM
HIV AIDS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Momentum Hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Sedunia kembali akan diperingati besok Rabu (1/12/2021).

Dan momentum Hari AIDS Sedunia kali ini, khususnya di Banjarmasin justru diwarnai dengan meningkatnya angka kasus yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini.

Pasalnya berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, angka kasus HIV-AIDS di Banjarmasin mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19 bergulir atau sejak tahun lalu.

Jika tahun lalu angka kasus HIV-AIDS di Banjarmasin hanya berjumlah 66 saja, namun per September 2021 sudah ada sebanyak 91 kasus.

Baca juga: Kini Usia Produktif Cukup Banyak Tertular HIV AIDS, Aktivis Kesulitan Deteksi Karena Ini

Baca juga: Dorong Penanggulangan HIV/AIDS, OPSI Kalsel Berharap KPA Kota Banjarmasin Diaktifkan Kembali

"Untuk kasus barunya sampai September 2021 di Banjarmasin ada 91 kasus. Dan ini angka tertinggi di Kalimantan Selatan," ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi.

Machli pun membeberkan bahwa berdasarkan data yang ada, penderita HIV-AIDS di Banjarmasin justru didominasi mereka yang berada di usia produktif.

"95 persen penderita HIV-AIDS di Banjarmasin adalah usia produktif yaitu 20 hingga 40 tahun. Data ini kita dapat dari orang yang berobat di Puskesmas maupun rumah sakit rujukan," katanya.

Upaya pengananan pun lanjut Machli terus dilakukan oleh Dinkes Banjarmasin, termasuk juga upaya untuk menekan lajunya perkembangan HIV-AIDS ini.

"Kita terus melakukan edukasi ke masyarakat terkait bahayanya HIV-AIDS, kemudian juga kita terus berupaya menemukan dan juga mengobatinya dengan cara menjaga kualitas hidup mereka. Apalagi target nasional pada 2030 stop HIV-AIDS," jelasnya.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banjar Terus Meningkat, Ibu Rumah Tangga Paling Berisiko

Disinggung mengenai penyebab tingginya angka kasus HIV-AIDS di Banjarmasin, Machli pun menerangkan ada beberapa faktor.

"Sebagian kecil memang ada kita temukan penularan melalui jarum suntik, tapi yang paling utama itu karena hubungan seksual, termasuk juga adanya hubungan sesama jenis," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved