Breaking News:

Berita Kesehatan

Kini Usia Produktif Cukup Banyak Tertular HIV AIDS, Aktivis Kesulitan Deteksi Karena Ini

Usia produktif kini cukup banyak tertular HIV AIDS. Namun, aktifis HIV AIDS kesulitan mendeteksi karena harus ada izin orang tua

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
PT Arutmin Indonesia
Ilustrasi-Sosialisasi HIV AIDS dan Bahaya Virus Corona Oleh dokterPuskesmas Kotabaru dan Pertamedika. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus HIV Aids di Kalsel meningkat. Tak hanya menjangkiti orang dewasa yang biasa terdeteksi mengidap HIV Aids,anak di bawah umur kini diketahui juga turut terpapar HIV Aids.

Koordinator Pendukung Sebaya, Borneo Plus Kalsel  yang merupakan lembaga bagian dari Komisi Penanggulangannya Aids (KPA) Kalsel, Faizah mengatakan, Beberapa tahun terakhir sudah ditemukan kasus pada anak di bawah 17 tahun.

"Bahkan ada yang masih di usia 16 tahun," ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Faizah menjelaskan, selama ini untuk mendetaksi HIV/Aids bagi usia 17 tahun ke bawah pihaknya  terkendala karena harus izin orang tua. Padahal nyatanya kasus HIV di usia produktif tersebut cukup banyak ditemukan.

Baca juga: Dorong Penanggulangan HIV/AIDS, OPSI Kalsel Berharap KPA Kota Banjarmasin Diaktifkan Kembali

Baca juga: Warga Binaan Rutan Kelas IIB Rantau Jalani Screening Penularan TBC dan HIV/AIDS

Baca juga: VIDEO Tes HIV/Aids 100 Warga Binaan Rutan Rantau

"Usia produktif itu, karena dari usia 17 sampai 30 yang sekarang kami tangani itu kan usia masih sekolah, kuliah dan baru bekerja," ujarnya.

Penting menurut Faizah tes HIV Aids kini untuk mendeteksi keterpaparan. Terlebih selama pandemi kini,  sosialisasi terkait HIV Aids cukup sulit dilakukan.

"Karenanya untuk anak sekolah ini kami meminta ke Dinas Pendidikan agar edukasi terkait seks ini bisa diselipkan agar anak-anak tak terjerumus pada perilaku seks bebas," ujar Faizah.

Saat ini tambahnya memang terjadi kenaikan kasus. Setiap bulan selalu ada pasien baru yang mereka tangani.

"Karena kami di Borneo plus lembaga yang menangani langsung ke pasien," ujarnya.

Saat ini penanganan Anak Dengan HIV (Adha) yang yatim piatu dan dirawat oleh keluarga,  juga cukup sulit ditangani. Pasalnya kategori tersebut sangat riskan mengalami gagal pengobatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved