Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pejabat PUPR Banjarmasin Perkirakan Awal Desember 2021 Debit Air Sungai Meningkat Lagi

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, perkirakan banjir akibat debit air sungai meningkat saat rob antara 5 hingga 12 Desember.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Banjir rob di Kalsel. Relawan Al-Muhajirin saat gotong-royong menguras dan membersihkan sisa genangan di Kubah Habib Basirih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (10/11/2021) dini hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya wilayah hulu mulai dilanda bencana banjir sejak beberapa hari terakhir.

Adapun daerah yang mengalami banjir tersebut, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tabalong.

Meskipun demikian, Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin menerangkan, debit air sungai di wilayah Kota Banjarmasin masih aman alias belum ada banjir kiriman dari hulu.

"Banjir dari daerah hulu sungai dampaknya hanya ke Sungai Barito. Mudah-mudahan tidak masuk ke dalam kota. Jadi, aman saja," ujar Kabid Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Dijadwalkan Malam Ini, Pelantikan Sekdako Banjarmasin Ditunda

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Penambahan Positif Terdata 1 Orang, Sembuh 1 Pasien

Berdasarkan pengalaman pada bencana banjir besar pada Januari 2021 yang melanda Kota Banjarmasin, disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Banjar.

"Banjir pada Januari lalu karena Kabupaten Banjar khususnya daerah Mataraman dan Pengaron juga banjir," jelasnya.

Selain ancaman banjir kiriman, Thony tak menampik bahwa Banjarmasin akan dihadapkan banjir akibat debit air sungai meningkat saat pasang (rob).

Pasalnya, debit air sungai kembali akan meninggi antara 5 hingga 12 Desember 2021.

Baca juga: Pembebasan Lahan Jembatan HKSN Banjarmasin Dikonsinyasi, Warga Tempuh Upaya Hukum Lainnya

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Dua Lokasi, Gerai Vaksin Presisi Polda Kalsel Sukses Vaksinasi 421 Orang

"Tingginya mungkin seperti di awal November kemarin, sekitar 2,5 meter dari kedalaman sungai. Sedangkan normalnya 2,1 sampai 2,2 meter. Dan yang akan berdampak di sekitar Banjarmasin Barat dan Selatan. Tapi ini paling hanya beberapa jam saja akan surut lagi," jelasnya.

Namun ia merasa optimis, banjir rob yang terjadi ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi, tidaklah terlalu membahayakan.

"Karena, masyarakat kita pun sebenarnya sudah terbiasa juga dengan fenomena ini. Hal yang dikhawatirkan bukan banjir rob dan intensitas hujannya, tapi banjir kiriman," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved