Breaking News:

Dispersip Kalsel

Hadir di Perpustakaan Palnam Banjarmasin, Sastrawan Kurnia Effendi Bahas Soal Puisi

Setelah sempat tertunda, Dispersip Kalsel merealisasikan kehadiran Sastrawan Nasional Kurnia Effendi di Banjarmasin.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Eka Dinayanti
Nurliani untuk BPost
Tim Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan bersama Sastrawan Nasional, Kurnia Effendi dan para mahasiswa bahas aspek menghibur pada puisi saat pandemi di Aula Dispersip Kalsel, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sastrawan Nasional, Kurnia Effendi hadir dan mengisi Aula Dispersip Kalsel, Jalan A Yani Km 6, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan pembahasan Aspek Menghibur Pada Puisi Saat Pandemi.

Seperti yang pernah disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani Dardie, MAP, setelah sempat tertunda Sastrawan Nasional milik Indonesia tersebut hadir di Banjarmasin.

"Kita sebenarnya sudah sejak 2020 merencanakan mendatangkan beliau. Namun, dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan barulah kali ini bisa direalisasikan," kata Nurliani, Rabu (1/12/2021).

Kegiatan ini, paparnya, dihadiri ratusan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Harapan dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mengobati kerinduan terhadap dunia sastra puisi.

Selama ini banyak kecemasan serta kekhawatiran akan ketidakpastian yang membuat banyak orang mencari pelarian secara emosional.

"Melalui puisi inilah, kita menawarkan ketenangan dan kerelaan yang akan sangat berguna selama masa penderitaan karena keterbatasan," ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya Dispersip Kalsel untuk terus menanamkan dan menumbuhkan budaya gemar literasi terutama pada generasi milenial Kalsel.

Sementara Sastrawan Nasional, Kurnia Effendi menyebut, dalam dunia sastra, puisi bukan hanya sekedar karya tulis belaka, tetapi sebuah bentuk ekspresi dari para sastrawan atau penyair.

"Bahkan sebuah doa terutama di masa pandemi covid-19 agar segera berakhir di tengah-tengah kehidupan Bangsa Indonesia," katanya.

Dengan keterbatasan yang dirasakan, puisi adalah salah satu obat penghibur, pemberi semangat sekaligus motivasi untuk keluar dari kondisi ini.

Untuk itu, agar dapat memenuhi unsur-unsur tersebut, seorang penyair haruslah pandai dalam menentukan tema dan lainnya dengan kemasan yang menarik serta menyatu dengan keadaan saat ini.

Dalam puisi, sambungnya, kejernihan pikiran plus kosakata haruslah dibuat dengan lebih komunikatif, agar isi, makna dan rasa yang terkandung di dalamnya dapat merasuk sampai ke relung jiwa pembaca hingga penikmatnya. (aol) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved