Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Jemaah Umrah di Kalsel Akan Diberangkatkan, Tapi Masih Menunggu Aturan Pemerintah

Forum Komunikasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Kalsel menunggu detail aturan ke Tanah Suci dari pemerintah Indonesias dan Arab Saudi.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
MC PEMKAB BANJAR
Sosialsasi pembinaan kesehatan kepada calon jemaah haji di Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (27/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Arab Saudi mencabut larangan terhadap enam negara yang dilarang masuk ke negaranya, termasuk Indonesia. Ini merupakan berita baik bagi calon jemaah.

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (FK Patuh) Kalimantan Selatan, H Saridi Salimin, mengku merasa senang atas perkembangan itu.

"Alhamdulillah. Tentunya ini kabar yang sangat menggembirakan bagi PPIU d seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Kalimantan Selatan," jelasnya saat di Banjarmasin, Rabu (1/12/2021).

Kata Saridi, agen perjalanan miliknya, yaitu Al Insani Travel, pastinya mengutamakan rombongan calon jemaah yang tertunda.

Selain itu, membuka pendaftaran bagi calon jamaah yang akan umrah dengan biaya kisaran Rp 35-40 juta all in.

Baca juga: 18.752 Jemaah Umrah RI Jadi Prioritas Diberangkatkan Bulan Depan, DPR: Waspada Varian Omicron

"Tentunya untuk para jemaah harus mengikuti peraturan pemerintah Saudi, yaitu satu grup maksimal 25 orang. Dan ini akan dilakukan secara bertahap," imbuh Saridi.

Hal senada disampaikan Boy Rahmadi Nafarin, Direktur Utama Ramasindo Tour, bersyukur atas berita menggembirakan dari pemerintah Arab Saudi. Pihaknya terus berkoordinasi sambil mempersiapkan paket umrah.

Mengenai aturan karantina, pihaknya masih menunggu informasi secara lebih detail. "Nah, khusus kita di Kalsel, masih menunggu informasi," katanya sambil berharap. 

Sedangkan pemerintah Indonesia masih mewajibkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri untuk karantina tujuh hari.

Lanjut Boy, pihaknya mempersiapkan teknis-teknis pendaftaran umrah. Termasuk juga menunggu informasi penerbangan. Karena info penerbangan masih belum ada, sedangkan visa umrah sudah bisa apply.

Baca juga: Aturan Masuk ke Arab Saudi bagi Pelancong dan Jemaah Umrah Indonesia, Berlaku Mulai 1 Desember

Baca juga: Serikat Penyelenggara Haji Umrah Minta Masyarakat Tunggu Informasi Resmi Pemerintah

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved