Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Rencana Pengetatan Aktivitas Mayarakat, PHRI Kalsel Nilai Perlu Pengecualian untuk Hotel dan Resto

Pemberlakuan PPKM Level 3 pada momen Nataru 2022, menurut Sekretaris BPD PHRI Kalsel, Nurul Fahmi SM, memberatkan pendapatan sektor hotel dan resto.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Zwageri Coffee Shop Hotel Rodhita Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengetatan aktivitas masyarakat pada libur Natal dan tahun baru (Nataru 2022) akan beri pengaruh pada hunian hotel.

Sebab, di dua momen itu, bisanya banyak tamu yang merayakan di hotel.

Executive Secretary dan Marcom Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, Dessy Nathalia Hawinie, Rabu (1/12/2021),  mengatakan, untuk hari Natal dan tahun baru di hotel tak ada acara.

"Natal dan tahun baru tanggalnya jatuh pada akhir pekan (weekend) dan biasanya tingkat hunian hotel pasti bagus," ujarnya.

Namun, lanjut Dessy, pihaknya mengikuti peraturan pemerintah untuk tidak membuat aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Makanya tak ada acara di hotel tersebut.

Baca juga: Nekat Cuti Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Ini Sanksi Mengadang ASN dari Kementerian PANRB

Sebab itu, ia juga berharap akan banyak yang menghabiskan liburan mereka dengan staycation di hotel saja.

"Kami hanya fokus dengan paket kamar, termasuk makan malam di hotel. Jadi, tamu yang menginap tidak perlu keluar hotel. Fokus liburan staycation di dalam hotel saja," jelasnya.

Sekretaris BPD PHRI Kalsel, Nurul Fahmi SM, mengatakan, pihaknya mendukung pemberlakuan PPKM Level 3 di semua daerah di Indonesia guna mengantisipasi adanya varian baru Covid-19. Termasuk di Kalsel.

"Dengan pemberlakuan PPKM Level 3, maka tentunya sangat berpengaruh terhadap hunian hotel dan tamu restoran maupun rumah makan. Ini kembali memberatkan pendapatan sektor hotel dan resto," tandasnya.

Menurut pendapat PHRI, seharusnya pemerintah memberikan toleransi atau pengecualian untuk usaha hotel dan resto. Karena apa? Hotel dan resto anggota PHRI sudah ada standar protokol kesehatan.

Baca juga: ASN Dilarang Cuti Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Kecuali dalam Kondisi Ini

Baca juga: PPKM Level 3 Diterapkan Serentak 10 Hari, Tak Ada Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru

Pertama, ada RQ Code PeduliLindungi yang intinya tamu yang tidak vaksin maupun tamu terpapar, maka  otomatis tidak diperbolehkan masuk ke hotel dan resto.

Kedua, sertifikasi CHSE yang ditandatangani pihak Kementerian Pariwisata merupakan syarat mutlak bahwa hotel tersebut sudah menjalankan prokes ketat, wajib masker, cuci tangan dan jaga jarak.

"Dengan dua program tersebut, tentunya hotel dan resto anggota PHRI sudah melakukan prokes super ketat dan ini bisa dikatagorikan pengecualian," pungkasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved