Breaking News:

Wabah Corona

Waspadai Penyebaran Varian Baru Omicron, Inggris Gencarkan Vaksinasi Booster

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan negaranya akan mengintensifkan kampanye vaksinasi dosis penguat (booster).

Editor: M.Risman Noor
BIDDOKKES POLDA KALSEL
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, serta Kabid Dokkes Polda Kalsel memantau vaksinasi Covid-19 di SMAN 7 Banjarmasin, Senin (1/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ditemukannya varian baru Covid-19 bernama Omicron menjadikan negara Inggris mengambil sikap lebih waspada.

Varian baru Omicron diketahui terdeteksi di negara Afrika Selatan.

Mengantisipasi penyebaran varian baru Omicron, sejumlah negara melakukan langkah ketat pencegahan.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan negaranya akan mengintensifkan kampanye vaksinasi dosis penguat (booster) sebagai tanggapan terkait munculnya varian baru virus corona (Covid-19) Omicron yang berpotensi lebih menular dibandingkan varian sebelumnya.

"Interval minimal untuk vaksin booster harus dikurangi setengahnya, dari enam bulan menjadi tiga bulan," kata Javid kepada Parlemen Inggris pada Senin kemarin.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Penambahan Positif Terdata 1 Orang, Sembuh 1 Pasien

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 30 November 2021 Tembus 4.256.409, Hari Ini Tambah 297 Kasus

Ia pun mengutip saran baru yang disampaikan Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) pemerintah negara itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (30/11/2021), suntikan booster harus diperluas untuk mencakup semua orang dewasa.

JCVI sebelumnya menyarankan booster diberikan kepada mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Perubahan strategi ini diumumkan karena jumlah infeksi Omicron yang terdeteksi di Inggris telah berkembang menjadi 11 kasus pada Senin kemarin.

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Waspada Meluasnya Varian Omicron, Inggris Intensifkan Program Vaksin Booster, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa Omicron mungkin berpotensi lebih menular dan kebal terhadap vaksin dibandingkan varian yang diketahui sebelumnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved