Breaking News:

Berita Banjarbaru

Alokasi Dana APBN 2022 Turun, Kakanwil DJPB Sebut Penyebabnya Rp 111 miliar di Kalsel Tak Terserap

Alokasi dana APBN Kalsel tahun 2022 turun. Penyebabnya, karena ada Rp 111 milyar dana APBN di Kalsel tahun 2021 tak terserap.

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Ilustrasi-MEGAH Inilah gedung SDN Tunggul Irang Ulu yang cukup megah sejak direhab total, bersumber dari dana APBN. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Kalimantan Selatan 2022 menurun sebesar 4,28 persen atau Rp 1,2 triliun. 

Pada 2021 lalu alokasi dana APBN untuk Kalsel Rp 26,1 triliun, kini di 2022  turun menjadi Rp 25, 07 triliun.

Hal itu diungkapkan Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Sulaimansyah usai penyerahan DIPA 2022 di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jumat (3/12/2021).

Menurut Sulaimansyah, menurunnya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Kalimantan Selatan karena penyerapan anggaran DAK fisik Kalsel yang tak bisa maksimal. Ada Rp 111 miliar DAK fisik Kalsel 2021 yang gagal diserap.

Baca juga: Penyerapan Dana APBN Kalsel Rendah, Sekdaprov Persilakan Mundur Pejabat yang Takut Usulkan Proyek

Baca juga: Pemprov Kalsel Tahun Ini Bangun Gedung Empat Sekolah Baru, 3 Didanai APBD dan 1 APBN

"Penyebabnya dak fisik beberapa pemerintah daerah gagal di kontrakan. Ada beberapa daerah yang sudah terlambat kontraknya dan ada juga yang sudah melebihi batas waktu sehingga gagal kontrak. Total dak fisik yang gagal kontrak sekitar Rp 111 miliar," ujarnya.

Ditanya dari daerah mana saja Sulaimansyah mengaku tidak hafal. Namun ada beberapa daerah yang gagal kontrak sehingga berpengaruh ke DAK fisik Kalsel.

Besarnya DAK fisik yang tak terserap menurut Sulaimansyah sangat disayangkan. Terlebih dananya sudah ada.

Perbandingan pagu TKDD wilayah Kalsel 2021 dan 2022 yakni DAK fisik Kalsel di 2021 Rp 1,4 triliun, turun menjadi Rp 1,2 triliun atau turun 11 persen, DAK. Non fisik di 2021 Rp 2,3 triliun turun 1,8 persen menjadi Rp 2,3 triliun.

Dana insentif daerah paling besar turun 79 persen dari Rp 446 miliar di 2021 menjadi Rp 446 triliun. Sementara dana desa turun 6,5 persen dari Rp 1,5 di 2021 menjadi Rp 1,4 triliun di 2022.

"Kalau total alokasi APBN ke Kalsel di 2021 Rp 26,3 triliun, ini turun jadi Rp 25 triliun," rincinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved