Breaking News:

Berita Banjarmasin

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Banjarmasin Masih Tinggi, Berikut Data Kasus Hingga November 2021

Kasus kematian ibu dan bayi terkait dengan proses melahirkan di Banjarmasin pada 2021 masih cukup tinggi.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus kematian ibu dan bayi terkait dengan proses melahirkan di Banjarmasin pada 2021 masih cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, pada 2020 lalu tercatat ada 12 kematian ibu dan juga 32 bayi.

Dan untuk 2021, kasus kematian ibu dipastikan kembali menyentuh angka belasan dan kematian bayi mencapai puluhan.

Pasalnya menurut data Dinkes Banjarmasin, untuk kematian ibu sudah tercatat ada 11 kasus dan kematian bayi sebanyak 24 kasus.

Baca juga: Kabupaten Batola Raih Peringkat Pertama Penyaluran DAK Fisik se-Kalsel

Baca juga: Diang Batola 2021 Ini Senang Ikut Pemilihan Naga Kebudayaan Kalsel Tahun Depan

Baca juga: HUT ke-50 Korpri, Pemprov Kalsel Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Antar SKPD Lingkup Pemprov Kalsel

"Ini berdasarkan data sampai November tadi," ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, Jumat (3/12/2021).

Machli menambahkan bahwa salah satu faktor yang menjadi penyebab kasus kematian anak dan bayi ini di antaranya adalah karena terpapar Covid-19.

"Penyebabnya di antaranya karena Covid-19, bahkan ada juga yang ibu dan bayinya yang meninggal karena Covid-19," bebernya.

Terkait dengan upaya untuk menekan lajunya kasus kematian ibu dan bayi ini, Machli menerangkan di antaranya adalah berupa penguatan edukasi.

"Kita lakukan penguatan edukasi dan advokasi kepada ibu hamil oleh bidan yang ada di puskesmas, misalnya melakukan kunjungan ke rumah dan sebagainya," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved