Breaking News:

Berita Batola

Pekerja dan Pelaku Usaha di Batola Syukuri Kenaikan UMP 29 Ribu

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Batola selalu mengacu pada UMP Kalsel, sehingga besarannya tidak menentukan UMK sendiri.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Sosialisasi UMP Kalsel dan Bimtek pengupahan tahun 2022 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batola, Kamis (2_12_2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - kenaikan 1,09 persen Upah Minimun Provinsi (UMP) 2022 di Kalimantan Selatan diterima lapang dada oleh kalangan dunia usaha, pelaku usaha, dan pekerja di Kabupaten Batola.

Hal ini dikemukakan sejumlah pihak yang mewakili anggotanya, baik kalangan pekerja maupun pelaku usaha dalam Sosialisasi UMP Kalsel dan Bimtek pengupahan tahun 2022 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batola, Kamis (2/12/2021).

Disampaikan Wirdan Wahdani, Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Batola, para pelaku usaha dan pekerja menerima kenaikan upah minimum baru di 2022, yakni 1,09 persen atau sekitar Rp 29.000.

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Batola selalu mengacu pada UMP Kalsel, sehingga besarannya tidak menentukan UMK sendiri.

Baca juga: Vaksinasi di Batola Capai 45 persen, Terendah di Kecamatan Alalak

Baca juga: Rusak Parah, Warga Keluhkan Jembatan Kolam Kanan Barambai, Kabupaten Batola

"Kita sama-sama memahami akibat pandemi dua tahun ini, pun dengan kenaikan 29 ribu ini tetap mensyukuri," ungkap Wirdan.

Di samping itu, saat sosialisasi berlangsung dibuka ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan keluh kesah mengenai kenaikan UMP ini.

Wirdan menambahkan, untuk peserta sosialisasi kali ini merupakan perwakilan dari pelaku usaha yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan serikat pekerja Kabupaten Batola.

Mewakili anggotanya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Batola, M Wellemharto, mengaku menyetujui kenaikan UMP untuk 2022 sebesar Rp 29.000.

"Kami setuju saja dengan kenaikan tersebut, sesuai arahan APINDO pusat," tegasnya.

Ia pun berharap, agar kondisi ini tetap bisa menjaga kondusifitas usaha dan di kalangan dunia pekerja.

Baca juga: Anggota Tagana Kabupaten Banjar Jalani Asesmen, Dapat Tali Asih Rp 250 Ribu Per Bulan

Baca juga: Tenggelam di Kalsel - Perbaiki Titian, Warga Tambak Anyar Ulu Tercebur ke Sungai Martapura

Karena dengan ini lah keharmonisan pengusaha, pekerjaan, dan pemerintah bisa membuat ekonomi bergerak, terutama di Kabupaten Batola.

Sementara itu, Suwarno, Ketua Serikat Pekerja PT Tanjung Selatan Makmur Jaya juga menerima kenaikan upah ini.
Pihaknya mengaku mengikuti keputusan pemerintah.

"Di tempat kami ada sekitar 3.000 pekerja, dan bisa menerima kenaikan ini. Tidak ada yang turun ke jalan untuk melakukan aksi," ujarnya

Di samping itu, pihaknya pun mengaku terus memantau, jika ada koreksi dari pemerintah atau Dewan Pengupahan.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved