Breaking News:

Berita Batola

Viral di Grup Facebook Warga Ditilang Serahkan 500 Ribu, Satlantas Polres Batola Berikan Keterangan

Satlantas Polres Barito Kuala memberikan penjelasan viral di group Facebook beberapa waktu lalu, postingan yang mempertanyakan proses tilang

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Satlantas Polres Batola untuk Bpost
Anggota Satlantas Polres Barito Kuala saat menemui Raihan Ramadan, warga yang membuat postingan mempertanyakan proses tilang yang sempat heboh beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sempat viral di group Facebook Habar Handil Bakti Barito Kuala beberapa waktu lalu, postingan yang mempertanyakan proses tilang oleh Raihan Ramadan akhirnya dapat kejelasan dari Satlantas Polres Barito Kuala.  

Disampaikan Kapolres Barito Kuala, AKBP Lalu Mohammas Syahir Arif melalui Kasatlantas AKP Anton Suyono, mengenai penilangan yang dilakukan anggotanya kepada Raihan Ramadan telah sesuai SOP. 

Ia pun menegaskan bahwa Polantas yang bertugas di Batola baik di Pos Handil Bakti maupun di Pos Rumpiang dilarang menerima titipan. 

"Kemudian jika anggota memberikan biaya tilang maksimum itu boleh saja, nanti akan disetorkan ke pengadilan untuk sidang. Nah, memutuskan berapa besaran bayar tilang itu wewenang hakim. Jika biaya tilang diserahkan lebih maka dikembalikan," terang Anton. Jumat (3/12/2021). 

Baca juga: Polda Kalsel dan Polres Jajaran Beri Ratusan Tilang Truk Lebih Muatan, Sektor Hulu Perlu Dibenahi

Baca juga: Melebihi Batas Muatan, Tiga Truk Fuso Melintas di Banjarbaru Kena Tilang

Baca juga: Mengubah Warna Kendaraan Bermotor, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin: Kena Tilang

Duduk perkaranya adalah anak dari Raihan Ramadan yang ditilang pada 27 November 2021 di kawasan Handil Bakti. Karena tidak dapat menunjukkan STNK sepeda motor yang ia kendarai. 

Karena hampir berjam-jam tidak bisa memenuhi pemberkasan tilang, ia pun dibantu Polantas yang bertugas untuk biaya penilangan dengan menyerahkan uang sebesar Rp 500 ribu untuk membayar via Briva. ia pun melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor yang telah ditilang. 

Sesampai di rumah, merasa janggal, Raihan Ramadan selaku orang tua membuat postingan berupa pertanyaan mempersoalkan perkara tersebut. Ia mengklaim keputusan bayar itu merupakan hak eksekutor, bukan diputuskan polisi. 

"Anak lun (saya) di daerah Mandastana kena rajia. Tidak bawa STNK/stnk nya hilang. Ada dua pilihan bayar tilang langsung sebesar Rp500.000. Atau ditilang bayar nanti dgn motor ditahan. Anak lun pilih bayar ditempat sebesar 500 ribu," tulis Raihan.

Ia pun mempertanyakan, mengapa dendanya maksimal? Mengapa tidak SIM saja yg ditahan, karena kan ada SIM?.

"Seharusnya kalu ada e tilang, harus ada kertas warna hijau (biru) bukti penilangan," tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved