Breaking News:

Berita Banjarbaru

Balai Bahasa Kalsel Sosialisasikan Layanan Kebahasaan Hingga Aplikasi Baca Sastra

Balai Bahasa Kalsel sosialisasikan tugas, fungsi, layanan, program, kepada pejabat daerah, guru, perguruan tinggi, Polri, di Hotel Novotel, Banjarbaru

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SITI BULKIS
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi layanan profesional kebahasaan dan kesastraan di Hotel Novotel, Jalan A Yani Km 27, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Sabtu (4/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan di Kota Banjarbaru, Sabtu (4/12/2021). 

Mereka menyosialisaikan profesional kebahasaan dan kesastraan, tempatnya di Hotel Novotel, Jalan A Yani Km 27, Banjarbaru, Kalsel.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka Kepala Balai Bahasa Kalsel, Muhammad Luthfi Baihaqi, diikuti Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardi, para guru, pejabat SKPD, perwakilan dari perguruan tinggi, penulis dan lainnya. 

Disampaikan Muhammad Luthfi Baihaqi, dari kegiatan ini pihaknya menyosialisasikan layanan yang ada di Balai Bahasa Kalsel.

"Balai Bahasa Kalsel banyak memiliki layanan maupun program, di antaranya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Adaptif, DIPA, penerjemahan dan layanan bantuan ahli kebahasaan dan kesastraan," jelas Luthfi.

Baca juga: Puting Beliung di Kalsel - Warga Tanipah ini Terbangun Merasakan Bangunan Rumah Bergoyang

Baca juga: Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Banjarmasin Meningkat, Banyak yang Belum Berani Melapor

Selain itu, layanan program jurnal ilmiah, penerbitan jurnal llmiah, penerbitan buku-buku literasi, kamus dan lainnya. 

Semua layanan sudah berjalan sejak lama. Akan tetapi, sesuai standar nasional, harus mempublikasikannya ke publik. 

Balai Bahasa Kalsel pada tahun ini memberikan layanan penerjemahan dari bahasa daerah ke Bahasa Inggris,  contohnya cerita rakyat. 

Layanan kepada kepolisian, yakni sebagai saksi ahli bahasa. Misalnya, kasus sertifikat palsu yang dibuktikan melalui unsur bahasa dari segi penulisan, kasus pencemaran nama baik dilihat dari konteks bahasa dan lainnya.

Harapannya, lembaga bisa lebih eksis, semakin diperlukan masyarakat, program program yang dilaksanakan diterima masyarakat.

Baca juga: Tak Diundang Penyerahan DIPA 2022, Supian HK Sebut DPRD Kalsel Dilupakan

Baca juga: Anggota DPRD Kalsel Minta Staf Pribadi Karena Kerjaan Makin Berat, 51 Orang Telah Direkrut

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved