BRI Lokal Bricerita

BRI Lokal Bricerita - Kisah Perjalanan Izay, Tukang Cat yang Sukses Berwirausaha

Warga Desa Jelapat 2, RT 02, Kecamatan Mekarsari l, Kabupaten Batola, Provinsi Kalsel, yaitu Fahrujaini sukses usaha setelah menjadi mitra BRI.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Fahrujaini atau Izay, saat ditemui di gerai ponsel miliknya di Desa Jelapat 2 RT 02, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (4/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kedua tangannya terlihat cekatan mengelap dan menyiram body mobil putih di halaman rumah. Sesekali ia menyikat bagian roda yang terlihat masih kotor. 

"Mobil ini merupakan hasil jerih parah dari usaha sekitar 10 tahun terakhir," ungkap Fahrujaini spontan saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/12/2021). 

Warga Desa Jelapat 2 RT 02, Kecamatan Mekarsari l, Kabupaten Barito Kuala ( Batola ), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ini merupakan wiraswasta yang terbilang sukses dengan beberapa bidang usaha yang dijalankan. 

Di depan rumahnya, terdapat outlet handphone dengan Izay Ponsel. Tepat di seberangnya berdiri toko ATK Loveta dan berjarak sekitar 30 meter dari keduanya terdapat Pangkalan LPG 3 kg dengan plang Ijay.

Kepemilikan atas seluruh usaha ini merupakan orang yang sama, yaitu Fahrujaini atau lebih dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Izay.

Fahrujaini atau Izay di gerai ponsel miliknya di Desa Jelapat 2 RT 02, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (4/12/2021).
Fahrujaini atau Izay di gerai ponsel miliknya di Desa Jelapat 2 RT 02, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (4/12/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI)

Menilik cerita Izay dalam merintis usahanya tidaklah gampang. Dia merupakan tipikal giat dalam bekerja, namun tidak menafikan keberkahan dalam hasil. 

Karena itu, dia selalu mengutamakan kejujuran dalam menjalankan usaha. Tujuannya tidak lain agar kepercayaan orang tidak pudar, baik pada dirinya maupun usaha yang ia jalankan. 

"Sebelum terjun ke usaha ini, saya sempat jadi tukang cat saat kuliah, jadi guru honorer, wartawan, checker di tambang, hingga jadi guru ngaji," tutur alumnus IAIN Antasari Banjarmasin tersebut. 

Beragam pengalaman menarik dan menggelitik pun ia temui saat beralih-alih profesi mencari penghasilan. Seperti saat menerima jasa sebagai tukang cat, pernah terkejut bahwa pemilik rumah adalah dosennya sendiri.

"Saat jadi wartawan pernah antre di SPBU dan diserobot oknum. Hanya dengan mengeluarkan id card jurnalis, oknum tersebut terpaksa mundur dan masuk baris antrean. Seketika itu pula warga yang sama-sama antre  memberikan tepuk tangan," cerita Izay kepada Banjarmasinpost.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved